<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arakata Nanggroe</title>
	<atom:link href="http://tengku-muda.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tengku-muda.com</link>
	<description>Merangkai Kata Mencari Makna</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Apr 2013 07:11:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>One-One Goyo Highlands</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2013/04/28/one-one-goyo-highlands/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2013/04/28/one-one-goyo-highlands/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Apr 2013 07:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KODAK]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[ikan bakar]]></category>
		<category><![CDATA[takengon]]></category>
		<category><![CDATA[travelling]]></category>
		<category><![CDATA[visit aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[One-One yang ingin saya tulis disini  dibaca sesuai dengan ejaan bahasa indonesia, bukan dibaca dalam bahasa Inggris yang nanti muncul arti ; &#8220;satu satu&#8221; One-one adalah nama sebuah Kampung(Desa) di pesisir Danau Laut Tawaran Takengon (Aceh Tengah). k One-One, berjarak sekitar tiga kilometer dari Takengon.   Sembari menikmati hidangan ikan bakar dan asam jing, pengunjung bisa [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_370" class="wp-caption aligncenter" style="width: 386px"><a href="http://tengku-muda.com/2013/04/28/one-one-goyo-highlands/oneone_takengon4/" rel="attachment wp-att-370"><img class="size-medium wp-image-370" alt="Danau Laut Tawar dengan sejuta Keindahan" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2013/04/oneone_takengon4-300x137.jpg" width="376" height="171" /></a><p class="wp-caption-text">Danau Laut Tawar dengan sejuta Keindahan</p></div>
<p>One-One yang ingin saya tulis disini  dibaca sesuai dengan ejaan bahasa indonesia, bukan dibaca dalam bahasa Inggris yang nanti muncul arti ; &#8220;satu satu&#8221;</p>
<p>One-one adalah nama sebuah Kampung(Desa) di pesisir Danau Laut Tawaran Takengon (Aceh Tengah). k One-One, berjarak sekitar tiga kilometer dari Takengon.   Sembari menikmati hidangan ikan bakar dan asam jing, pengunjung bisa menyaksikan langsung keindahan Danau Lut Tawar. Termasuk di antaranya lokasi pembudidayaan ikan air tawar.</p>
<div id="attachment_371" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tengku-muda.com/2013/04/28/one-one-goyo-highlands/oneone_takengon1/" rel="attachment wp-att-371"><img class="size-medium wp-image-371" alt="Bisa bakar sendiri " src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2013/04/oneone_takengon1-300x282.jpg" width="300" height="282" /></a><p class="wp-caption-text">Bisa bakar sendiri</p></div>
<p>Yang sangat menarik di lokasi ini adalah menikmati ikan bakar yang masih segar sesegar-segarnya.  Karena, sebelum dimasak, pengunjung   bisa memilih sendiri ikan mujahir atau ikan bawal (ikan mas) dari dalam jaring (masih dalam keadaan hidup).</p>
<div id="attachment_376" class="wp-caption aligncenter" style="width: 367px"><a href="http://tengku-muda.com/2013/04/28/one-one-goyo-highlands/oneone_takengon2/" rel="attachment wp-att-376"><img class="size-medium wp-image-376" alt="Ikan segar langsung tangkap di kolam " src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2013/04/oneone_takengon2-300x191.jpg" width="357" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">Ikan segar langsung tangkap di kolam</p></div>
<p>Di tempat itu juga disediakan berbagai jenis ikan bakar. Tentunya, sebelum menikmati santapan ikan bakar dan masam jing, pengunjung telah duluan “digoda” dengan aroma ikan bakar yang menyeruak dari asap pemanggangan sehingga makin menambah selera makan.</p>
<div id="attachment_374" class="wp-caption aligncenter" style="width: 369px"><a href="http://tengku-muda.com/2013/04/28/one-one-goyo-highlands/oneone_takengon3/" rel="attachment wp-att-374"><img class="size-medium wp-image-374" alt="nikmat...Nyaris tak  bersisa." src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2013/04/oneone_takengon3-300x175.jpg" width="359" height="209" /></a><p class="wp-caption-text">nikmat&#8230;Nyaris tak bersisa.</p></div>
<p>bagi anda yang berkunjung ke Takengon, selain menikmati Kopi Goyo, jangan lewatkan kesempatan mengelilingi laut Tawar dan singgah menikmati hangatnya ikan bakar di  Teluk One-one.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2013/04/28/one-one-goyo-highlands/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Regenerasi</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2013/04/26/regenerasi/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2013/04/26/regenerasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 10:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[PEH T'EM]]></category>
		<category><![CDATA[TAMADDUN]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[madja]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[regenerasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Perhatikan struktur buah kelapa, kelapa yang paling tua tandan/buahnya terletak paling bawah, sedangkan yang paling atas adalah mumbang (putik) Jika kita ingin menjadi orang tua, maka kita harus bersedia ditekan, dihimpit, digeser oleh yang muda, ingatlah kelapa yang paling tua akan gugur dan akan digantikan oleh yang muda. jika yang tua tidak mau turun kebawah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tengku-muda.com/2013/04/26/regenerasi/kelapa/" rel="attachment wp-att-364"><img class="size-medium wp-image-364 aligncenter" alt="kelapa" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2013/04/kelapa-300x154.jpg" width="300" height="154" /></a>Perhatikan struktur buah kelapa, kelapa yang paling tua tandan/buahnya terletak paling bawah, sedangkan yang paling atas adalah mumbang (putik)</p>
<p>Jika kita ingin menjadi orang tua, maka kita harus bersedia ditekan, dihimpit, digeser oleh yang muda, ingatlah kelapa yang paling tua akan gugur dan akan digantikan oleh yang muda. jika yang tua tidak mau turun kebawah dan ingin tetap diatas, berarti kelapa tua itu kembali menjadi mumbang (putik).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2013/04/26/regenerasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadih Madja Kontenporer &#8211; 1</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2013/02/02/hadih-madja-kontenporer-1/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2013/02/02/hadih-madja-kontenporer-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2013 02:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[PEH T'EM]]></category>
		<category><![CDATA[TAMADDUN]]></category>
		<category><![CDATA[kata nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Keu eung keu eung  campli awe  han meusampe ngon campli cina caroeng-caroeng kamoe ureung dalam gle han meusampe lage caroeng droe ureung lam kota Pedas Pedas Cabe Rotan Tidak Sepedas Cabe Cina Pintar-pintar kami orang kampung tidak sepintar anda orong kota (Madja Kontenporer) &#160; &#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tengku-muda.com/2013/02/02/hadih-madja-kontenporer-1/madja1/" rel="attachment wp-att-346"><img class="aligncenter size-medium wp-image-346" alt="madja1" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2013/02/madja1-300x175.jpg" width="300" height="175" /></a><em>Keu eung keu eung  campli awe  han meusampe ngon campli cina</em><br />
<em>caroeng-caroeng kamoe ureung dalam gle</em><br />
<em>han meusampe lage caroeng droe ureung lam kota</em></p>
<p>Pedas Pedas Cabe Rotan Tidak Sepedas Cabe Cina<br />
Pintar-pintar kami orang kampung<br />
tidak sepintar anda orong kota<br />
(Madja Kontenporer)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
<center> <iframe width="440" height="260" src="http://www.youtube.com/embed/MAvR0LxXHLY?feature=player_detailpage" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></center></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2013/02/02/hadih-madja-kontenporer-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aceh Fun Flag</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2012/12/22/aceh-fun-flag/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2012/12/22/aceh-fun-flag/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2012 04:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[PEH T'EM]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Fun Flag]]></category>
		<category><![CDATA[bendera Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera GAM]]></category>
		<category><![CDATA[GAM]]></category>
		<category><![CDATA[NKRI]]></category>
		<category><![CDATA[Qanun Wali Nanggroe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih arti sebuah bendera ? kenapa orang-orang harus berperang hanya untuk mengibarkan sebuah bendera ?. Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol persatuan ! Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol kedaulatan ! Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol kekuatan ! Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol Martabat sebuah bangsa ! &#160; [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_319" class="wp-caption alignleft" style="width: 311px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/22/aceh-fun-flag/benderacehfun1/" rel="attachment wp-att-319"><img class=" wp-image-319 " title="benderacehfun1" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/benderacehfun1.jpg" alt="" width="301" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">Sibak Rukoek Teuk</p></div>
<p>Apa sih arti sebuah bendera ? kenapa orang-orang harus berperang hanya untuk mengibarkan sebuah bendera ?.</p>
<p>Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol persatuan !</p>
<p>Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol kedaulatan !</p>
<p>Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol kekuatan !</p>
<p>Ada yang mengatakan bendera itu sebagai simbol Martabat sebuah bangsa !</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>saya tidak tau entah kapan bendera itu mulai dipergunakan sebagai simbol kebanggaan sebuah bangsa ?. Tapi yang jelas saat ini di bumi Aceh yang saat &#8220;beberapa&#8221; kelompok sedang meributkan selember bendera yang konon katanya akan menjadi &#8220;pendamping&#8221; bendera Merah Putih di Aceh (kalau Merah Putih itu dimisalkan sebagai &#8220;suami&#8221;&#8230; yang bendera satu lagi sebagai &#8220;Istri)&#8230; nah yang diributkan ini adalah &#8220;calon istri sang Merah Putih&#8221;.</p>
<p>Dari sejumlah dakwa-dakwi mengenai bendera ini, saya melihat mengerucut pada dua pilihan ; yaitu bendera Aceh yang dipakai semasa Iskandar Muda  <em>(Alam Peudeung</em> = Bintang Bulan dengan Pedang Dibawahnya&#8230;. tapi ada catatan sejerah bendera Alam Peudeung berwarna dasar &#8220;Hijau&#8221; bukan merah) atau bendera  yang dipakai oleh Gerakan Aceh Merdeka/GAM).</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_313" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/22/aceh-fun-flag/bendera-aceh/" rel="attachment wp-att-313"><img class=" wp-image-313" title="bendera Aceh" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/bendera-Aceh.jpg" alt="" width="480" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">Bendera GAM vs Bendera Alam Pedeung</p></div>
<p>Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang mayoritas berasal dari Partai Aceh (PA) yang mengklaim sebagai representasi lanjutan perjuangan GAM telah menyusun Qanun Bendera Aceh dengan pilihan Bendera yang dipakai oleh GAM, tentunya memunculkan reaksi dari orang-orang Aceh yang bukan GAM, yang sebelumnya juga sudah diawali dengan polimik Qanun Wali Nanggroe.</p>
<p>Ah&#8230; mungkin cukup disini kita bahas mengenai konflik politik itu yang tidak akan habis ujungnya kecuali Kiamat jadi hari ini sesuai dengan Ramalan Suku Maya.</p>
<p>Kita kembali ke masalah bendera.</p>
<p>Dari dua bendera diatas hampir semua pihak yang &#8220;peduli&#8221; masalah bendera ini setuju dengan warna dasar bendera adalah merah dan diatasnya terdampar bulan sabit dan bintang. Yang  diributkan adalah aksesoris tambahan apakah menggunakan &#8220;pedang&#8221; atau menggunakan &#8220;strip hitam putih&#8221; ?</p>
<p>Pihak yang mengusulkan Strip Hitam yang diapit oleh dua strip putih berpendapat bahwa itu sebagai tanda berkabung.  kepada pejuang yang sudah &#8220;syahid&#8221; dan juga sebagai simbol suci nya perjuangan&#8230; apakah bendera Aceh hanya sebagai simbol kesedihan ?</p>
<p>Pihak yang memperjuangkan &#8220;Pedang&#8221; karena simbol tersebut sudah dipakai sejak Kerajaan Aceh masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda.  Pedang menjadi simbol kekuasan Kerajaan yang sangat masyhur sampai semenanjung Malaka. Apakah kita harus terjebak dalam Nostalgia kemilangan masa lalu ?</p>
<p>Terlepas mana yang benar atau mana yang salah, haruskah keributan dalam menentukan  bendera Aceh itu perlu berlarut-larut ? perlukah darah ditumpahkan lagi untuk menegakkan &#8220;kedaulatan Aceh yang semu&#8221; ? haruskah Aceh &#8220;lhe sagoe&#8221; tercabik-cabik dengan pisahnya ALA dan ABAS.</p>
<p>Apa sih fungsi bendera itu bila Aceh tak bersatu ? Apa sih fungi bendera itu bila orang Aceh tak sehati , Apa sih fungsi bendera itu bila &#8220;rakyat Aceh&#8221; tak pernah berdaulat ?</p>
<p>Apakah bendera Aceh hanya sekedar simbol kecongkakan dan kepongahan elit-elit GAM yang sekarang duduk manis di bangku kekuasaan ?</p>
<p>Daripada kita ribut mempermasalahkan harus milih Strip Hitam Putih atau Pedang ! saya mengusulkan bendera yang fress dan lebih fun&#8230;  bendera itu kan kita kibarkan kita kita sedang senang-senang&#8230; ketika kita bergembira.</p>
<div id="attachment_318" class="wp-caption aligncenter" style="width: 519px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/22/aceh-fun-flag/benderacehfun/" rel="attachment wp-att-318"><img class=" wp-image-318" title="benderacehfun" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/benderacehfun.jpg" alt="" width="509" height="439" /></a><p class="wp-caption-text">Aceh Fun Flag</p></div>
<p>Orang Aceh senang sama &#8220;Ganja&#8221; coba aja pasangin daun ganja di bendera ! pasti semua pada setuju !.</p>
<p>Orang Aceh senang kopi dan kopi Gayo sudah terkenal sampai ke Eropa&#8230; pasang aja cangkir kopi ! pasti orang gayo gak pisah lagi.</p>
<p>orang Aceh sampai sekarang masing di ninabobokkan dengan kalimat &#8220;sibak rokoek teuk&#8221;  pasang aja sebatang rukok di bendera&#8230; pasti orang Aceh akan samakin terlena.</p>
<p>Kata mantan Nabi orang Aceh (baca : Gus Dur) : itu aja kok repot&#8230;.!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2012/12/22/aceh-fun-flag/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf Ini Sekolah&#8230; Bukan Kandang&#8230;!</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2012 06:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[EDUCATION]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[BSHB]]></category>
		<category><![CDATA[Hibah Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Gubuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu 16 Desember 2012,  saya di temani seorang Blogger Aceh Husni Mubarrak dan ananda Dail serta Adi seorang teman yang bersedia menjadi driver bergerak di tengah hujan deras yang sedang menyirami bumi. Jam 07.00 WIB kami meninggalkan kota Juang Bireuen, bergerak ke arah timur, niatnya bisa sampai jam 08.00 WIB di Krueng Mane, untuk sarapan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_301" class="wp-caption aligncenter" style="width: 516px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/sekolahgubuk1/" rel="attachment wp-att-301"><img class=" wp-image-301" title="sekolahgubuk1" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/sekolahgubuk1.jpg" alt="" width="506" height="265" /></a><p class="wp-caption-text">Blogger Hibah Sejuta Buku di Madrasah Ibtidayah Darussalam, Sawang, Aceh Utara</p></div>
<p>Sabtu 16 Desember 2012,  saya di temani seorang Blogger Aceh Husni Mubarrak dan ananda Dail serta Adi seorang teman yang bersedia menjadi driver bergerak di tengah hujan deras yang sedang menyirami bumi. Jam 07.00 WIB kami meninggalkan kota Juang Bireuen, bergerak ke arah timur, niatnya bisa sampai jam 08.00 WIB di Krueng Mane, untuk sarapan dan ngopi di Warkop Palapa, tapi apa hendak dikata, hujan deras  yang tidak bisa memaksa untuk berlari dengan kecapatan tinggi di jalanan yang licin dan berlubang, acara sarapan dan ngopi pun gagal, jam 9.30 WIB  baru merapat di Krueng Mane.</p>
<p>Tujuan hari ini adalah distribusi  buku dari Program <a title="BHSB" href="http://hibahbuku.net/blogger-hibah-sejuta-buku-fase-keempat-aceh/">Blogger Hibab Sejuta Buku</a> dan <a title="ABC" href="http://www.acehblogger.or.id">1blogger1book </a>ke <strong>Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darussalam</strong> di Desa Abeuk-Reuling kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara. Ini lokasi kedua setelah distribusi ke Taman Baca Monprei (baca : <a title=" Blogger Hibah Sejuta Buku di Taman Baca Monprei Peureulak Aceh Timur" href="http://blog.adikcilak.com/2012/12/08/blogger-hibah-sejuta-buku-di-taman-baca-monprei-peureulak-aceh-timur/" rel="bookmark">Blogger Hibah Sejuta Buku di Taman Baca Monprei Peureulak Aceh Timur</a>).  Lokasi  yang dituju berjarak 6 KM dari Krueng Mane, 5 KM jalanan bisa dikatakan mulus&#8230; 1 kilometer lagi tidak ada aspal.</p>
<p>Mendakati lokasi sekolah kami dihadang oleh seorang bapak  yang bersepeda motor dan berbatik, beliau adalah Pak Mansur, sanga Kepala Madrasah yang pagi tadi sempat saya SMS kan rencana keberangkatan kami lokasi dan menyampaikan ciri-ciri kenderaan yang kami tumpangi.</p>
<p>&#8220;Jalan masuk ke sekolah berlumpur karena hujan, mobil susah masuk, bukunya kita turunkan disini saja nanti kami angkat ke sekolah&#8221;, komentar Pak Mansur ketika kami menanyakan lokasi sekolah. Akhirnya kami sepakat untuk terus melanjutkan perjalanan dengan mobil sampai di lokasi sekolah karena tidak mungkin memanggul 3 kardus buku yang berat perkadusnya cukup lumayan.</p>
<p>Kami memasuki pekarangan Mesjid Desa yang terdiri dari sebuah bangunan semi permanen dan disampingnya terpancang tiang-tiang beton, sepertinya mesjid sedang dibangun. disamping mesjid ada sebuah balai.  Kami di ajak mampir istirahat di Balai itu.  Kami belum melihat sebuat gedung atau bangunan kelas untuk sebuah sekolah di sekitar pekarangan mesjid itu.</p>
<div id="attachment_302" class="wp-caption aligncenter" style="width: 470px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/sekolahgubuk2/" rel="attachment wp-att-302"><img class=" wp-image-302" title="sekolahgubuk2" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/sekolahgubuk2.jpg" alt="" width="460" height="302" /></a><p class="wp-caption-text">Ini sekolah&#8230;.Bukan Kandang !</p></div>
<p>&#8220;Pak, Sekolahnya mana ?&#8221; tanya Husni, seorang blogger Aceh yang ikut dengan saya, karena Husni pun sedang menebar pandangan sambil memegang kamera, ya Husni yang hari ini bertugas sebagai photografer hari ini belum menemukan juga gedung sekolah untuk di Abadikan.</p>
<p>&#8220;Itu di gubuk itu ?&#8221; Tunjuk Pak Mansur, sambil membalikkan badannya ke arah belakang balai. Kira-kira 200 meter dari tempat kami duduk,  terlihat lah sebuah bangunan dengan 3 pintu dengan total ukuran lebih kurang 12 x 3 M. Kesuluran Bangunan terdiri dari tiang dan anyaman bambu, beratapkan daun rumbia, dari kejuahan saya pastikan bahwa tidak ada lantai semen apalagi ubin keramik dalam ruangan.</p>
<blockquote><p>Saya teringat bangunan itu persis kandang bebek di belakang rumah saya, yang membedakan dan menandakan bahwa bangunan itu bukanlah kandang, hanya sebuah tiang yang diujung berkibar sang Merah Putih dan sebuah papan nama indentitas sekolah, sebuah pentungan tergantung di depan &#8220;kelas&#8221;, mungkin itu fungsinya untuk bel (lonceng).</p></blockquote>
<p><em>&#8220;ah yang beutoi pak ?</em>(yang benar pak)&#8221; celutuk Adi dalam bahasa Aceh dengan tidak yakin itu adalah sekolah. kami masih menyimpan rasa penasaran ketika kami hendak beranjak mendekati bangunan itu, seoarang bapak yan bertubuh gempal datang menghampiri kami, beliau adalah Pak Dahlan Harun, beliau adalah Kepada Desa  Abeuk Reuling, yang juga merangkap sebagai Ketua Komite Sekolah. Sebuah ucapan selamat dan terimakasih yang hangat meluncur dari kata-katanya atas kedatangan kami ke desanya.</p>
<p>&#8220;Hari ini sekolah terpaksa diliburkan karena hujan lebat, jalan berlumpur yang tidak mungkin anak-anak bisa datang, apalagi pada guru yang bukan penduduk disini&#8221;, jelas Dahlan, ketika kami tanyakan perihal ada beberapa anak-anak berseragam pramuka merapat ke balai tempat kami duduk. Hanya 5 orang siswa kelas III , dan 2 orang guru yang hadir hari ini.</p>
<div id="attachment_303" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/sekolahgubuk4/" rel="attachment wp-att-303"><img class=" wp-image-303" title="sekolahgubuk4" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/sekolahgubuk4.jpg" alt="" width="384" height="252" /></a><p class="wp-caption-text">Walaupun Sekolah Gubuk, Kurikulum tetap sama dengan dengan Sekolah &#8220;Gedung&#8221;</p></div>
<p>Pak Mansur dan Pak Dahlan bercerita panjang lebar mengenai sejarah pendirian sekolah ini, ide awal mendirikan sekolah ini karena anak-anak di desa Abuek Reuling malas untuk bersekolah karena di desa mereka tidak ada sekolah, SD terdekat berada di desa tetangga yang berjarak 5 KM dengan menempun jalan kaki, suatu yang berat bagi anak-anak usia SD untuk menempuh perjalan itu setiap hari. Pak Mansur dan Pak Dahlan mengajak masyarakat setempat untuk mendirikan sekolah di desa meraka. Berapa orang warga bersedia menghibahkan tanahnya untuk didirikan sekolah, dengan kerja gotong royong masyarakat tanpa &#8220;campur tangan pihak pemerintah&#8221; berdirilah 3 kelas belajar type &#8220;gubuk&#8221; itu.</p>
<p>Pihak Sekolah sudah berapakali mengujukan permohonan ke pemerintah daerah setempat, baik melalui Dinas Pendidikan maupun Departemen Agama, tapi sampai sekarang belum ada niat dari dinas-dinas tersebut untuk membantu.</p>
<div id="attachment_306" class="wp-caption aligncenter" style="width: 587px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/sekolahgubuk5-2/" rel="attachment wp-att-306"><img class="size-full wp-image-306" title="sekolahgubuk5" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/sekolahgubuk51.jpg" alt="" width="577" height="314" /></a><p class="wp-caption-text">Mata mereka memancarkan semangat</p></div>
<p>&#8220;Kami tidak mungkin membantu sekolah kalian yang sekolah swasta, sekolah kami saja (baca : sekolah negeri) tidak sanggup kami urus&#8221;, itu salah satu jawaban yang didapat pak mansur ketika mengajukan permohonan bantuan gedung.</p>
<p>Kami sempat berdiolog dengan Ibu Guru bahasa Inggris dan Bapak Guru olah raga yang datang, ketika kami menanyakan berapa gaji yang mereka terima, hanya sebuah &#8220;senyuman&#8221; sebagai jawabannya. Kami menebak mereka ini adalah guru relawan tanpa gaji.</p>
<p>&#8220;Kita sedang mengusahakan ada sedikit uang yang kita berikan kepada para guru, setidaknya sebai pengganti biaya transport mereka&#8221; jelas Pak Mansur.  Saat ini ada 11 guru yang aktif megajar di Madrasah Ibtidayah Darussalam, menurut pak Mansur dengan ada 11 guru yang membantu sudah cukup efektif, mereka mengajar secara bergiliran sambil mereka mengajar atau bekerja di tempat lain yang memiliki gaji tetap.</p>
<p>Pihak Sekolah sampai saat ini terus berusaha untuk mencari dukungan dari berbagai pihak untuk dapat membantu pembangunan ruang belajar, karena tahun depan sudah akan menerima murid baru lagi, sedangkan ruang kelas belum tersedia.  Saat ini sekolah yang berjumlah murid 30 orang ini hanya memiliki 3 gubuk ruang belajar untuk kelas I, II dan III.</p>
<p>Ketika kami menanyakan mengenai pengelolaan administrasi sekolah, Pak Mansur menjelaskan bahwa tidak ada ruang kantor untuk urusan administrasi, semua arsip disimpan di rumah kepala sekolah, untuk urusan surat-menyurat kepala sekolah pergi ke  Rental Komputer di Kota Kecamatan (Krueng Mane), karena beliau tidak memiliki komputer atau laptop.</p>
<div id="attachment_304" class="wp-caption aligncenter" style="width: 373px"><a href="http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/sawang9/" rel="attachment wp-att-304"><img class=" wp-image-304" title="sawang9" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/12/sawang9.jpg" alt="" width="363" height="269" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Dahlan, Sang Kepala Desa yang turun tangan langsung mengangkat buku BHSB</p></div>
<p>Setelah berdialog panjang lebar, kami pun menyerahkan buku kepada kepala sekolah, Pak Dahlan sang kepala desa turun tangan langsung membantu mengangkat kardus buku, sungguh kepala desa yang luar biasa.</p>
<p>Setelah penyerahan buku, Pak Dahlan mengucapkan terimakasih kepada BHSB dan Aceh Blogger yang sudah bersedia berbagi rasa dengan Madrasah Ibtidayah Darussalam, kepada para murid kami berpesan untuk tetap semangat belajar walaupun kondisi sekolah seperti ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2012/12/18/maaf-ini-sekolah-bukan-kandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batu Asah dari Nisan Indatu</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2012/09/07/batu-asah-dari-nisan-indatu/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2012/09/07/batu-asah-dari-nisan-indatu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Sep 2012 10:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[TAMADDUN]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat untuk memanfaatkan berbagai macam batu untuk mengasah peralatan tajam seperti parang, pisau bahkan pedang.  Bukan hal yang menarik perhatian bila batu kali/sungai sejenis batu pasir digunakan sebagai batu asah, tapi bagaimana  bila batu asah itu diambil batu nisan yang memiliki nilai sejarah ratusan tahun yang lalu ?. Inilah fenomena [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_270" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/09/nissan-pasee.jpg"><img class="size-medium wp-image-270" title="nissan pasee" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/09/nissan-pasee-300x242.jpg" alt="" width="300" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">Nisan yang diduga peninggalan kerajaan Samudera Pasai dijadikan batu asah oleh warga</p></div>
<p>Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat untuk memanfaatkan berbagai macam batu untuk mengasah peralatan tajam seperti parang, pisau bahkan pedang.  Bukan hal yang menarik perhatian bila batu kali/sungai sejenis batu pasir digunakan sebagai batu asah, tapi bagaimana  bila batu asah itu diambil batu nisan yang memiliki nilai sejarah ratusan tahun yang lalu ?.</p>
<p>Inilah fenomena yang kami temukan ketika menelesuri jejak peninggalan kerajaan samudera di beberapa desa di kecamatan Gandapura dan Peusangan bersama teman-teman dari Aceh Blogger Community <a href="http://seputaraceh.com/read/11282/2012/08/27/jejak-peninggalan-kerajaan-samudra">(baca : Jejak Peninggalan Kerajaan Samudra)</a>.  Hal yang menarik terutama kami temukan di Desa Samuti Krueng Kecamatan Gandrapura, hampir disetiap sudut desa tersebut bertebaran batu nisan yang masyarakat setempat tidak ada yang tau kapan pastinya kuburan atau nisan-nisan tersebut ada. Nisan-nisan tersebut ada yang berasal dari <em>Batee Krueng</em> (batu sungai/kali) dengan bentuk lonjong, bahkan kami menemukan juga sejumlah batu nisan dengan ukiran yang kami duga kaligrafi Arab dan mirip dengan nisan peninggalan Kerajaan Samudera Pasai di Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara.<a href="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/09/nisan-pase2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-271" title="nisan pase2" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/09/nisan-pase2-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a></p>
<p>Belum ada penelitian oleh para peniliti sejarah maupun pihak pemerintah mengenai situs-situs bersejarah ini. Bahkan warga yang sudah menetap turun temurun disekitar lokasi tersebut juga tidak mengetahui sejarah atau cerita mengenai nisan-nisan tersebut, mereka hanya mengambil kesimpulan bahwa nisan tersebut adalah kuburan &#8220;<em>Ureueng Jameun</em>&#8221; (orang zaman dahulu) yang tidak perlu diusik dan dipertanyakan.</p>
<p>Tapi sangat disayangkan karena tidak ada pengetahuan tentang sejarah nisan-nisan tersebut, ada sebagian warga yang usil menggunakan batu nisan tersebut untuk batu  asah peralatan tajam,  bukan sekedar batu nisan yang berasal dari batu kali saja bahkan batu nisan yang memiliki ukiran kaligrafi yang menurut dugaan kami berasal dari luar Aceh (mungkin dari Gujarat) juga banyak sudah digunakan sebagai batu asah, walaupun tidak dipindahkan lokasi dan posisinya. Menurut warga mengasah parang di batu nisan tersebut bisa membuat parang sangat tajam karena kualitas batunya sangat bagus karena merupakan batu yang berasal dari batu marmer putih. <a href="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/09/nisanpase3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-272" title="nisanpase3" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/09/nisanpase3-300x164.jpg" alt="" width="300" height="164" /></a></p>
<p>harapan kami, ini menjadi perhatian semua pihak, terutama pemerintah daerah setempat untuk sedikit memberi perhatian mengenai situs bersejarah ini, walaupun tidak dilakukan penelitian dan pemugaran secara konprehensif, tetapi setidaknya bisa mengarahkan masyarakat setempat untuk menjaga dan bila perlu membuat pagar sederhana di lokasi-lokasi tersebut.</p>
<p>Pantaskan batu nisan indatu menjadi batu asah ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2012/09/07/batu-asah-dari-nisan-indatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Radio Rimba Raya</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2012/08/11/radio-rimba-raya/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2012/08/11/radio-rimba-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2012 07:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[KODAK]]></category>
		<category><![CDATA[TAMADDUN]]></category>
		<category><![CDATA[radio rimba raya]]></category>
		<category><![CDATA[RRI]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah Aceh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Sudah sejak duduk di bangku SMP aku mendengar cerita tentang Radio Rimba Raya dari seorang guru sejarah di sekolah. Baru kali ini berkesempatan mengunjugi monumen Radio Rimba Raya di Desa Rime Raya, Kecamatan Timang Gajah, Kabupten Bener Meriah.Sejarah Radio Rimba Raya sangat sulit didapat secara lengkap karena memang sudah menjadi rahasia umum  bahwa Pemerintah RI [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/08/radiorimbaraya.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-259" title="Radio Rimba Raya " src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/08/radiorimbaraya-300x167.jpg" alt="" width="300" height="167" /></a>Sudah sejak duduk di bangku SMP aku mendengar cerita tentang Radio Rimba Raya dari seorang guru sejarah di sekolah. Baru kali ini berkesempatan mengunjugi monumen Radio Rimba Raya di Desa Rime Raya, Kecamatan Timang Gajah, Kabupten Bener Meriah.Sejarah Radio Rimba Raya sangat sulit didapat secara lengkap karena memang sudah menjadi rahasia umum  bahwa Pemerintah RI banyak menyembunyikan sejarah-sejarah sumbangsih Aceh terhadap negara ini.</p>
<p>Radio Rimba Raya adalah salah satu bukti sejarah kontribusi Aceh terhadap berdirinya Negara Republik Indonesia. Tanpa diberitakannya bahwa RI masih ada di Aceh setelah Jakarta dan Yoqyakarta lumpuh oleh Agresi Militer Belanda II, Republik mungkin sudah tidak ada lagi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/08/radiorimbaraya2.jpg"><img class="size-medium wp-image-260 aligncenter" title="radiorimbaraya2" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/08/radiorimbaraya2-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<p>Sejarah Singkat Radio Rimba Raya bisa dibaca disini <a title="Radio Rimba Raya " href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radio_Rimba_Raya">http://id.wikipedia.org/wiki/Radio_Rimba_Raya</a> <a title="Monumen Radio Rimba Raya" href="http://acehpedia.org/Monumen_Radio_Rimba_Raya" target="_blank">http://acehpedia.org/Monumen_Radio_Rimba_Raya</a></p>
<p>Bagi anda yang melintasi Bireuen &#8211; Takengon, tidak ada salahnya mampir di monumen ini, perjalanan lebih kurang 80 menit dari Kota Juang Bireuen, sebelum memasuki Pasar Lampahan, mampirlah di Desa Rime Raya, dari Jalan raya sudah mulai nampak tugu monumennya yang menjulang tinggi. Lokasinya sangat bagus berada di ketinggian yang sangat srategis untuk melakukan trasmisi signal radio. Monumen yang diresmikan oleh Menteri Koperasi/Kepala Bulog, Bustanil Arifin pada 27 Oktober 1987 sangat indah, tapi sayang saat ini kurang terawat dan banyak coretan-coretan iseng para ABG.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2012/08/11/radio-rimba-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen : Peran Manajer Yang Efektif (part2)</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2012/07/23/manajemen-peran-manajer-yang-efektif-part2/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2012/07/23/manajemen-peran-manajer-yang-efektif-part2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2012 04:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[PEH T'EM]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen efektif]]></category>
		<category><![CDATA[peran manajer]]></category>
		<category><![CDATA[teori manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi seorang leader (manajer) itu sungguh merupakan tanggung jawab yang luar biasa, pada saat menerimanya, posisi ini terdengar indah bagi anda dan bila  kenyataan itu tiba, Anda bukan hanya menerima sejumlah besar pekerjaan yang harus diselesaikan, jauh lebih banyak apa yang anda lakukan sebelumnya sebagai kontributor individu, tetapi Anda juga menerima mereka yang bekerja di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/07/peranmanajer.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-250" title="peranmanajer" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/07/peranmanajer-300x225.jpg" alt="" width="406" height="269" /></a>Menjadi seorang leader (manajer) itu sungguh merupakan tanggung jawab yang luar biasa, pada saat menerimanya, posisi ini terdengar indah bagi anda dan bila  kenyataan itu tiba, Anda bukan hanya menerima sejumlah besar pekerjaan yang harus diselesaikan, jauh lebih banyak apa yang anda lakukan sebelumnya sebagai kontributor individu, tetapi Anda juga menerima mereka yang bekerja di dalam organisasi Anda sebagai tanggung jawab anda. Darimana anda harus memulai?</p>
<p style="text-align: justify;">Tempat terbaik untuk memulainya adalah mempelajari cara mengeryakan staf langsung Anda agar dapat meraih hasil yang anda perllukan melalaui mereka, karena tanpa mereka, Anda tidak akan pernah meraih kebehasilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Delapan  peran Khusus dari Manajer yang efektif :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Pemimpin</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang pemimpin harus mampu melihat melampaui keperluan kerja sehari-hari pada saat ini dan menentukan kemana organisasinya berjalan. Seorang pemimpin harus menggerakkan orgasnisasinya maju ke depan dengan berfikir secara strategis tentang arah yang harus diambil. Mereka membentuk relasi yang melampui organisasi untuk membangun dan menjaga reputasi organisasinya</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Direktur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang direktur harus mampu menggambarkan suatu masalah dan mengambil inisiatif dalam menentukan solusi. Dengan menggunakan perencanaan dan ketrampilan menyusun tujuan, seorang direktur menentukan apa yang harus didelegasikan dan memastikan bahwa setiap orang memahami apa yang harus mereka lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Kontributor</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang kontributor haruslah berorientasi pada tugas dan fokus pada pekerjaan, memastikan bahwa produktivitas pribadinya muncul bersama dengan memotivasi orang lain agar percaya bahwa produktivitas organisasinya berada pada  potensi yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Instruktur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang instruktur diikut sertakan dalam pengembangan manusia dengan cara menciptakan orienstasi yang bersifat memberi perhatian dan empati, yaitu memberi bantuan, penuh perhatian, sensitif, mudah ditemui, terbuka dan adil.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Fasilitator</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang fasilitator membantu perkembangan usaha bersama sebuah organisasi, membangun keterpaduan dan kerja kelompok dan mengelola konflik interpersonal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. Pengamat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Memberi perhatian pada apa yang sedang terjadi didalam unit, menentukan apakah orang mencapai tujuannya dan mengawasi apakah unit itu mencapai sasarannya. Pengamat juga bertanggung jawab untuk memahami apa yang penting untuk diketahui oleh kelompok dan memastikan informasi itu tidak berlebihan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. Inovator</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang inovator menfasilitasi penyesuaian dan perubahan, memberi perhatian pada lingkungan yang berubah, mengenali tren yang memberikan dampak bagi organisasi, dan kemudian menentukan perubahan yang diperlukan untuk keberhasilan organisasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>8. Organisator</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang organisator mengambil tanggung jawab untuk pekerjaan perencanaan, mengelola tugas dan struktur dan kemudian menindak lanjuti untuk memastikan bahwa apa yang telah disepakati telah dilengkapi dengan adanya teknologi, koordinasi staf, penanganan krisis dan lain lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #0000ff;">Postingan Terkait :</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a title="Manajemen : Antara Teori &amp; Realita (Part1)" href="http://tengku-muda.com/2012/07/22/manajemen-antara-teori-realita-part1/http://" target="_blank">Manajemen : Antara Teori &amp; Realita (part1) </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2012/07/23/manajemen-peran-manajer-yang-efektif-part2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen : Antara Teori &amp; Realita (part1)</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2012/07/22/manajemen-antara-teori-realita-part1/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2012/07/22/manajemen-antara-teori-realita-part1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jul 2012 02:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[PEH T'EM]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[manajer]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[organizing]]></category>
		<category><![CDATA[planing]]></category>
		<category><![CDATA[teori manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu ini karena masih dalam suasana menyambut Ramadhan 1433 H   weekend class Management yang satu tahun ini aku ikuti diliburkan.  Sekedar untuk mengingat apa yang sudah diajarkan oleh para dosen tentang Manajemen  yang sangat mudah untuk dijelaskan, dibicarakan didiskusikan tetapi sulit untuk diiplemantasikan secara benar. Teori manajemen yang sangat tekstual terkesan sederhana dilihat dari [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/07/manajemen.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-245" title="manajemen" src="http://tengku-muda.com/wp-content/uploads/2012/07/manajemen-300x203.png" alt="" width="329" height="222" /></a>Hari minggu ini karena masih dalam suasana menyambut Ramadhan 1433 H  <em> weekend class Management</em> yang satu tahun ini aku ikuti diliburkan.  Sekedar untuk mengingat apa yang sudah diajarkan oleh para dosen tentang Manajemen  yang sangat mudah untuk dijelaskan, dibicarakan didiskusikan tetapi sulit untuk diiplemantasikan secara benar.</p>
<p style="text-align: justify;">Teori manajemen yang sangat tekstual terkesan sederhana dilihat dari fungsi-fungsi manajemen secara normatif, baik itu<em> planing, organizing, coordinating, actuating, leading</em> maupun <em>controlling</em> ketika dihadapkan dalam dunia realita ternyata tidak sesederhana teori yang kita pelajari, bahkan antara teori dan realita saling bertolak belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal inilah yang harus menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang berada pada posisi leader dalam sebuah organisasi, baik itu sebagai direktur, manajer, sepervisor maupun mandor, jangan terjebak dengan konsep-konsep normatif dalam menghadapi setiap permasalahan manajemen di organisasi Anda. Bahkan pengelaman leader-leader sukses juga belum tentu bisa kita aplikasikan, karena setiap masalah di manajemen sangat kasusistik, beda zaman, beda waktu, beda tempat, beda organisai, beda orang beda pula pendekatannya. Oleh karena itu Manajemen itu sama dengan seni, tidak ada tepi dan batas, bahkan kadang ada yang lebih ekstrim, dalam kondisi tertentu kadangkala harus melangkahi norma-norma yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah manajemen&#8230; itulah seni. karena manajemen adalah seni.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #000080;">Postingan Terkait</span></strong><a href=" http://tengku-muda.com/2012/07/23/manajemen-peran-manajer-yang-efektif-part2/"><br />
<span style="color: #0000ff;">Manajemen : Peran Manajer Yang Efektif (part2) </span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2012/07/22/manajemen-antara-teori-realita-part1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Euforia Kelulusan UN</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2012/05/27/euforia-kelulusan-un/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2012/05/27/euforia-kelulusan-un/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 09:30:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[EDUCATION]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar bireuen]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Berbagai Aksi dan Gaya merayakan kelulusan UN Sore kemarin saya ketika keluar dari kantor, saya dikejutkan oleh suara hinggar binggar kendaraan Sepeda Motor yang berlomba lomba menghentakkan gas dan mengeluarkan bunyi klakson yang memekakkan telinga diringi suara-suara teriakan yang tidak jelas makdsudnya.  Sebenarnya suasana seperti ini bukan hal yang asing lagi di daerah saya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align: center;">
<dl id="attachment_227">
<dt><span style="color: #888888;"><img class="aligncenter" src="http://arakata.blogdetik.com/files/2012/05/10300066edb211b5cd297734ce4291c5_uun.jpg" alt="Berbagai Aksi dan Gaya merayakan kelulusan UN di Kota Juang Bireuen" width="352" height="207" /></span></dt>
<dd><span style="color: #888888;">Berbagai Aksi dan Gaya merayakan kelulusan UN</span></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Sore kemarin saya ketika keluar dari kantor, saya dikejutkan oleh suara hinggar binggar kendaraan Sepeda Motor yang berlomba lomba menghentakkan gas dan mengeluarkan bunyi klakson yang memekakkan telinga diringi suara-suara teriakan yang tidak jelas makdsudnya.  Sebenarnya suasana seperti ini bukan hal yang asing lagi di daerah saya (Aceh). Karena provinsi ini baru saja menyelesaikan perhelatan PILKADA yang ketika masa kampanye dipenuhi dengan hiruk pikuk pengerahaan masa dengan konvoi-konvoinya.<img title="More..." src="http://arakata.blogdetik.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Tetapi yang terjadi kemarin sore bukanlah konvoi kampanye partai politik, karena jelas terlihat para massa yang berkonvoi menggunakan seragam putih abu-abu campur batik,  ya&#8230;.. sangat jelas mereka adalah para siswa SLTA (SMA/SMK /MA).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Saya baru sadar bahwa konvoi massa pada kali ini adalah aksi para siswa-siswa tersebut dalam merayakan kelulusan Ujian Nasional (UN) yang baru saja keluar pengemumannya.  Saya terkenang masa 12 tahun yang silam ketika saya juga menjalani masa yang sangat menegangkan dan mengharukan.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align: center;">
<dl id="attachment_228">
<dt><span style="color: #888888;"><img class="aligncenter" src="http://arakata.blogdetik.com/files/2012/05/67daba53b1c3f1cd193b7aed51ce9408_aksi-jalanan-un.jpg" alt="Aksi Jalanan Ekpresi Kelulusan UN " width="588" height="206" /></span></dt>
<dd><span style="color: #888888;">Aksi Jalanan Ekpresi Kelulusan UN</span></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Tapi apa  yang saya lihat hari ini berbeda dengan apa yang terjadi pada saat saya bersama teman-teman seangkatan SMA. Aksi yang paling mencolok adalah aksi coret-coret baju seragam sekolah dengan cat pylox da sipidol dengan barbagai tulisan, grafiti dan sebagian tanda tangan sesama teman. Mungkin dulunya di sekolah saya belum ada aksi-aksi coret-coret seperti ini, dikarenakan memang daerah saya itu masih daerah yang kampungan, yang baru beberapa tahun meninggalkan zama primitif (kalau kampung anda pastinya sudah meninggalkan zaman primitif itu pada masa ratusan tahun sebelum Masehi/SM).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Euforia berlebihan juga mungkin dikarenakan karena sistem Ujian Nasional (UN) yang diterapkan sekarang berbeda dengan ujian akhir pasa masa saya dulu yang masih bernama EBTANAS.  Saya tidak mengikuti lagi bagaimana persisnya sistem Ujian Nasional yang diterapkan sekarang, yang pasti UN  ini sudah menjadi momok yang sangat manakutkan bagi para siswa dan juga para guru serta pihak sekolah. Sehingga berbagai cara dilakukan agar bisa lulus dari UN ini.  Kecurangan bukan saja dilakukan oleh para siswa tetapi  juga oleh para guru atau pihak sekolah, mulai dari pembocoran soal&#8230; kunci jawaban dan berbagai cara lain.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Kalau gagal UN dunia serasa kiamat, tahun lalu saya sempat membaca berita ada yang sampai bunuh diri. Gagal UN berarti harus kembali mengulang belajar di sekolah. Gagal UN menjadi sebuah hal yang menakutkan, membuat malu bukan saja sang siswa tetapi juga orang tua nya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Hal inilah yang mungkin membuat Euforia Kelulusan dirayakan dengan berbagai aksi yang sangat-sangat ekpresif, bahkan kadang-kadang sudah menyimpang dan mengganggu ketertiban umum.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Mungkin ini menjadi tanggung jawab semua pihak supaya dapat mengarahkan euforia kelulusan ini ke hal-hal yang lebih tertib dan positif,  seperti aksi coret-coret baju seragam apakah tidak lebih baik diganti dengan aksi amal dengan mengumpulkan baju seragam untuk di sumbangkan ke  adik-adik kelas siswa-siswa kurang mampu atau juga dikrim ke sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian khusus di  daerah-daerah terpencil.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Untuk aksi konvoi di jalanan yang sangat berbahaya yang rentan kecelakaan serta sangat mengganggu ketertiban berlalu-lintas, apakah tidak dapat diarahkan dengan kegiatan-kegiatan pawai yang lebih tertib atau dengan membuat acara pementasan seni budaya&#8230;atau apapun lah sehingga tidak terkesan negara ini seperti negara tak bertuan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Akhirnya apakah kelulusan UN ini harus disambut dengan  euforia yang berlebihan ? bagaimana dengan teman-teman kita  yang tidak lulus ? bagaimana perasaan mereka ? apakah kita tidak peka dengan nasib  mereka ?</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2012/05/27/euforia-kelulusan-un/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
