<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arakata Nanggroe &#187; RELIGION</title>
	<atom:link href="http://tengku-muda.com/category/religion/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tengku-muda.com</link>
	<description>Merangkai Kata Mencari Makna</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Apr 2013 07:11:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Momentum</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2009/12/03/momentum/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2009/12/03/momentum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 18:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGION]]></category>
		<category><![CDATA[Albaqarah 44]]></category>
		<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arakata.blogdetik.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه وماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم Artinya : Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat nanti dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><span style="font-size: 10pt;font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&amp;quot" dir="rtl" lang="AR-SA">لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><span style="font-size: 10pt;font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&amp;quot" dir="rtl" lang="AR-SA"><span> </span>وماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><em><span style="font-size: 10pt">Artinya : Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat nanti dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah mengetahui ilmunya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Dua bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, aku mencoba evaluasi, hasil evaluasi aku sangat sadar 1 tahun terakhir ini rapor ku sangat banyak merah dimana-mana. di awal bulan Ra’jab aku sudah bertekad dan berjanji pada diri sendiri dan kepada Tuhan untuk mencoba memperbaiki diri yang sudah sangat semerawut dan centang perenang. Aku coba memperbaiki ibadah ku…aku coba memperbaiki sikap ku, aku coba memperbaiki ucapan-ucapan ku dan aku coba menata hati ku…. Sehari demi hari terasa jiwa ini merasa sangat tentram dan hati ini merasa sangat nyaman, teduh dan sejuk. Tapi ternyata hanya berjalan dengan dua pekan….terkikis sendiri dengan kesibukan kehidupan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Dunia ini sungguh kemilau sehingga membuat kita silau. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Waktu 24 jam sehari semalam tidak cukup bagi kita untuk mengejarnya…. tidak sadar kita sudah seperti orang gila yang mengejar awan yang dibawa angin. Kita terus terbuai dan terlena dengan fatamorgana-fatamorgana. Kita terlau percaya dengan Rupiah yang kita cari akan menyelesaikan semua masalah kita sehingga kita sering lupa akan eksitensi tempat kita bergantung yang sesungguhnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> <span id="more-197"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Ah dunia ini memang indah….bahkan semakin indah ketika kita terus membayangkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Satu bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, di awal bulan Sya’ban aku kembali berjanji dan beikrar pada diri sendiri yang sudah pasti disaksikan Tuhan dan Malaikat-malaikatnya….. janji yang sama untuk menjadi hamba yang lebih baik…. Tapi janji di Bulan Sya’ban juga tidak beda nasibnya dengan janji bulan Ra’jab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Ternyata benar seperti apa yang disampaikan Guru ku. Ketika Ra’jab dan Sya’ban sudah KO….ternyata awal Ramadhan terlewati begitu saja…. Tidak ada getaran ketika menyambut bulan suci itu. Aku baru tersentak dan bangun dari hati yang tertidur ketika didaulat oleh adik-adik panitia Pesantren Ramadhan disebuah sekolah untuk mengisi Malam Renungan/Muhasabah……. Ya Allah aku sangat malu…. Ketika aku diminta untuk menyadarkan orang lain….sadangkan aku sendiri sudah tidak normal dalam menyambah Mu Ya Allah… Aku sangat menyesal masih memasang topeng-topeng kabaikan ku…padahal kebaikan ku itu hanya TOPENG… bagaimana aku memperbaiki orang lain ketika diriku sendiri centang perenang bagaikan jajaran genjang yang tak bersiku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right" align="right"><span style="font-size: 10pt"><br />
</span><span style="font-size: 10pt;font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&amp;quot" dir="rtl" lang="AR-SA">أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ</span><span style="font-size: 10pt"> .<br />
<em>“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” </em><strong>(Q.S al-Baqarah, 2: 44)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><strong><span style="font-size: 10pt"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Di bulan Suci Ramadhan itu aku kembali berjanji dan berikrar kepada diri ku dan kepadaNya… bermodalkan rasa malu karena aku telah terlalu banyak berjanji yang kemudian ku ingkari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Ramadhan pun telah bepuluh berhar berlalu… Ramadhan tahun ini juga tidak jauh bebeda dengan tahun yang lalu. Janji tahun ini juga tidak jauh berbeda nasibnya dengan janji tahun yang lalu. Kalaupun ada yang terbayarkan rasanya tidak sebanding dengan besarnya komintmen perubahan yang aku janjikan….Astaqhfirullah…ampuni hamba ya Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Hari ini umur genap 26 Tahun…. Tapi malam ini aku tidak berani lagi berjanji…karena aku sudah malu dengan janji-janji ingkar ku…. Aku aku betekad untuk terus belajar melunasi janji-janti itu… dan semoga aku menemukan MOMENTUM perubahan itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Aku sudah jauh berlari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Berlari dari satu pintu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Ke pintu yang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Kini aku kembali ke pintu Rumah Mu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Terimalah aku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Ampunilah aku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Dan berikat aku petunjuk </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Agar aku dapat kembali ke Rumah Mu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-size: 10pt">Dan bersimpuh dihadapan Mu Ya Allah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2009/12/03/momentum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>aku sudah terlalu jauh</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2009/08/18/aku-sudah-terlalu-jauh/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2009/08/18/aku-sudah-terlalu-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 11:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGION]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arakata.blogdetik.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sibuk menyelesaikan pekerjaan tadi setelah shalat ashar, seorang teman sekantor menghampiri meja ku dan langsung berkata : “Bang… sejak aku shalat lagi, perasaan ini terasa yang berbeda, hati ini sangat tentram setelah curhat pada Tuhan” Kalimat itu membuat aku tersentak dan hanya mampu menanggapi dengan senyuman, pikiran terus berkacamuk dan hati terus berdebar. Aku [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-AU X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 6 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Arial Narrow","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	color:#002060; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ketika sibuk menyelesaikan pekerjaan tadi setelah shalat ashar, seorang teman sekantor menghampiri meja ku dan langsung berkata :</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><em><strong>“Bang… sejak aku shalat lagi, perasaan ini terasa yang berbeda, hati ini sangat tentram setelah curhat pada Tuhan”</strong></em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><img class="alignleft size-full wp-image-174" src="http://arakata.blogdetik.com/files/2009/08/jom_01.png" alt="jom_01" width="110" height="150" />Kalimat itu membuat aku tersentak dan hanya mampu menanggapi dengan senyuman, pikiran terus berkacamuk dan hati terus berdebar. Aku menyadari dalam satu bulan terakhir ini merasa sangat jauh dari Tahun, dengan alasan menyiapkan pekerjaan terlebih dahulu membuat waktu shalat ku selalu molor. Waktu pertama mulai shalat tidak tepat waktu memang terasa tidak nyaman, tapi selalu keluar dalam otak ini justifikasi-justifikasi untuk terus bertahan menyelesaikan pekerjaan yang juga tak pernah selasai. “ah sidikit lagi laporannya selesai, baru shalat”….”balas email si bos, kan gak lama”….”meetingnya 5 menit lagi juga selesai”……”shalat di kantor….wudhu ngantri, entar aja waktu orang pada selesai”. Pembenaran yang tidak benar itu akhirnya membekukan hati ku, sehingga terus merasa nyaman untuk memolorkan waktu shalat.<span id="more-172"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ucapan seorang teman tadi yang selama ini sering aku ceramahin karena dia tidak pernah shalat, membuat aku merasa malu pada Tuhan dan pada diri ku sendiri. Dia yang selama ini tidak pernah shalat, tapi begitu shalat langsung menemukan nikmatnya shalat, sedangkan aku yang selama ini menasehati dia untuk shalat, sangat jarang sekali menemukan kenikmatan menghadap tuhan, bahkan sekarang sudah merasa nyaman untuk shalat tidak tepat waktu, dan mungkin kalau aku bertahan dengan kondisi ini pasti aku akan merasa nyaman untuk meninggalkan shalat….Astaqfirullah….Na’uzubillah&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ya Allah….aku telah jauh berlari dari pintu yang satu ke pintu yang lain</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ya Allah…. Aku telah jauh berlari dari rumah yang satu ke rumah yang lain</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ya Rabbi…. Bukalah pintu hati ku agar aku kembali menemukan pintu rumah Mu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ya Rabbi…. Terimalah hamba Mu yang kembali ke kepada Mu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ya Rahmah……. Ya Rahim…. Ya Qhafurr…..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Engkaulah yang penuh kasih dan sayang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ampuni hamba mu ini karena Engkau Maha Pengampun</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Ya Tuhan ku….Ramadhan Mu telah datang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Semoga menjadi momentum bagi hamba Mu untuk kembali</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Kembali kepangkuan Mu Ya Rahman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">Marhaban Ya Ramadhan….Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Taqabbal Yaa Kariim.<span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2009/08/18/aku-sudah-terlalu-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanduri Maulod</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2009/03/16/kanduri-maulod/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2009/03/16/kanduri-maulod/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 07:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGION]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[maulid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Kanduri Maulod (kenduri Maulid) pada masyarakat Aceh terkait erat dengan peringatan hari kelahiran Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, utusan Allah SWT yang terakhir pembawa dan penyebar ajaran agama Islam. Kenduri ini sering pula disebut kanduriPang Ulee. Masyarakat Aceh sebagai penganut agama Islam melaksanakan kenduri maulid setiap bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;-->                                                                                                                                             <!--[if gte mso 10]&gt;--></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Kanduri Maulod (kenduri Maulid) pada masyarakat Aceh terkait erat dengan peringatan hari kelahiran Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW, utusan Allah SWT yang terakhir pembawa dan penyebar ajaran agama Islam. Kenduri ini sering pula disebut kanduriPang Ulee.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot"><img class="alignleft" src="http://i111.photobucket.com/albums/n123/tengku_mud4/Meudike.jpg" alt="" width="451" height="248" />Masyarakat Aceh sebagai penganut agama Islam melaksanakan kenduri maulid setiap bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal. Kenduri maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal disebut maulod awai (maulid awal) dimulai dari tanggal 12 Rabiul Awal sampai berakhir bulan Rabiul Awal. Sedangkan kenduri maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut maulod teungoh (maulid tengah) dimulai dari tanggal 1 bulan Rabiul Akhir sampai berakhirnya bulan. Selanjutnya, kenduri maulid pada bulan Jumadil Awal disebut maulod akhee (maulid akhir) dan dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Akhir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot"><span id="more-77"></span>Pelaksanaan kenduri maulid berdasarkan rentang tiga bulan di atas, mempunyai tujuan supaya warga masyarakat dapat melaksanakan kenduri secara keseluruhan dan merata. Maksudnya apabila pada bulan Rabiul Awal warga belum mampu melaksanakan kenduri, pada bulan Rabiul Akhir belum juga mampu, maka masih ada kesempatan pada bulan Jumadil awal. Umumnya seluruh masyarakat mengadakan kenduri Maulid hanya waktu pelaksanaannya yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan menyelenggarakan dari masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Kenduri Maulid oleh masyarakat Aceh dianggap sebagai suatu tradisi. Hal itu didasarkan pada pemahaman bahwa Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Penyelenggaraan kenduri maulid dapat dilangsung-kan kapan saja asal tidak melewati batas bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal, tepatnya mulai tanggal 12 Rabiul Awal sampai tanggal 30 Jumadil Awal. Selain itu waktu kenduri maulid ada yang menyelenggarakan pada siang hari dan ada pula yang menyelenggarakannya pada malam hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot"><img class="aligncenter" src="http://i111.photobucket.com/albums/n123/tengku_mud4/IMG_1959.jpg" alt="" width="439" height="275" />Bagi desa-desa yang menyelenggarakan kenduri pada siang hari mulai jam 12 siang hidangan telah siap untuk diantar ke meunasah atau mesjid. Demikian pula bagi yang menyelenggarakan kenduri di rumah, hidangan telah ditata rapi untuk para tamu. Pertandingan meudikee maulod (zikir marhaban atau zikir maulid) dimulai sejak pukul 9 pagi dan berhenti ketika Sembahyang dhuhur untuk kemudian dilanjutkan kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Selanjutnya desa-desa yang menyelenggarakan kenduri pada malam hari hidangan dibawa ke meunasah atau mesjid setelah sembahyang Ashar atau menjelang maghrib, sedangkan lomba meudikee maulod dilangsungkan setelah sembahyang Isya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Penyelenggaraan kenduri maulid umumnya dilangsungkan di meunasah atau mesjid. Panitia pelaksana kenduri mengundang penduduk dari desa-desa lain yang berdekatan atau desa tetangga dan ada juga yang mengundang semua desa dalam kemukimannya. Kondisi ini diperngaruhi oleh jumlah hidangan ya</span><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot"><img class="alignright" src="http://i111.photobucket.com/albums/n123/tengku_mud4/khandurie.jpg" alt="" width="472" height="278" /></span><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">ng disediakan oleh warga desa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Di samping itu ada juga yang melaksanakan kenduri di rumah saja atau secara pribadi disebut maulod kaoy (maulid nazar). Maulid ini diselenggarakan untuk melepas nazar yang menyangkut kehidupan pribadi atau keluarga disebabkan permohonan mereka kepada Allah SWT telah dikabulkan. Penyelenggaraan kenduri maulid ini sesuai dengan nazar yang dicetuskan sebelumnya. Apabila nazarnya ingin menyembelih seekor kerbau, maka pada saat kenduri akan disembelih hewan tersebut, demikian pula jika nazar ingin menyembelih seekor kambing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Daging hewan yang dinazarkan setelah dimasak dan ditambah lauk-pauk lainnya akan dihidangkan kepada undangan. Besar atau kecilnya kenduri tergantung kepada kemampuan orang yang melaksanakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Pihak yang mengadakan kenduri, sebelumnya telah memberitahu kepada keuchik (kepala desa) dan teungku meunasah (imam desa). Apabila kendurinya besar akan dibentuk panitia yang berasal dari penduduk desa setempat. Penduduk dari luar desa tidak diundang, kecuali sanak saudara atau ahli famili pihak yang mengadakan kenduri serta anak yatim yang berada di sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Hidangan yang menjadi tradisi keharusan dalam kenduri Maulid di meunasah dan di rumah berupa beuleukat kuah tuhee (nasi ketan dengan kuah), sebagai hidangan siang hari selain nasi dan lauk pauk. kuah tuhee lalu dimakan bersama ketan. Pada malam hari hidangan yang harus disediakan berupa beuleukat kuah peungat. Kuah peungat adalah santan dicampur dengan pisang raja dan nangka serta diberi gula secukupnya.<img class="aligncenter" src="http://i111.photobucket.com/albums/n123/tengku_mud4/keureujasama.jpg" alt="" width="417" height="230" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot">Seperti telah disebutkan di atas Kenduri maulid dapat dilaksanakan dalam 3 bulan dimulai dari bulan Rabiul awal, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal. Apabila kenduri telah dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal berarti pelaksanaan kenduri pada tahun bersangkutan telah dilaksanakan, tidak perlu diadakan lagi pada pada bulan Rabiul Akhir dan bulan Jumadil Awal.Kenduri maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir dan Jumadil Awal mempunyai nilai yang sama tidak ada yang lebih tinggi atau rendah, hanya tergantung kepada kemampuan dan kesempatan warga desa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="font-family: &quot;Cambria&quot;,&quot;serif&#038;quot"><em>sumber : <a href="http://www.acehpedia.org">http://www.acehpedia.org</a></em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2009/03/16/kanduri-maulod/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekal Awal Tahun</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2009/01/01/bekal-awal-tahun/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2009/01/01/bekal-awal-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 08:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tengku-muda.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Muhasabah menurut Imam Ibnu Qayyim Al Jawziyah adalah bagian inti tauhid yang mewujud dalam bentuk syukur, sabar, tabah, tawakkal, ridha dan istiqamah. Sasaran pokok muhasabah : · Optimalisasi fungsi akal pikiran (eksternalisasi) · Dan hati nurani (internalisasi) Tipe manusia dalam hal pandangannya terhadap muhasabah :]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;-->                                                                                                                                             <!--[if gte mso 10]&gt;--></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:">Muhasabah menurut Imam Ibnu Qayyim Al Jawziyah adalah bagian inti tauhid yang mewujud dalam bentuk syukur, sabar, tabah, tawakkal, ridha dan istiqamah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:">Sasaran pokok muhasabah :</span></p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol"><span> ·<span style="font-family:"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:"> Optimalisasi fungsi akal pikiran (eksternalisasi)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family: Symbol"><span> ·<span style="font-family:"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:"> Dan hati nurani (internalisasi)</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:">Tipe manusia dalam hal pandangannya terhadap muhasabah :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst"><!--[if !supportLists]--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2009/01/01/bekal-awal-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 WASIAT IMAM HASAN AL-BANNA</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2007/06/29/10-wasiat-imam-hasan-al-banna/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2007/06/29/10-wasiat-imam-hasan-al-banna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 04:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arakata.blogdetik.com/2007/06/29/10-wasiat-imam-hasan-al-banna/</guid>
		<description><![CDATA[1. Dalam kondisi bagaimanapun, dirikanlah shalat ketika mendengar Adzan 2. Baca atau dengarkan Al-Qur’an dan ingatlah Allah, Jangan habiskan sebagian waktu- waktu anda pada hal-hal yang tidak berguna 3. Berusaha untuk bias berbicara bahasa Arab fasih(baik dan benar), sebab hal itu merupakan Doktrin Islam 4. JAngan memperbanyak debad dalamsetiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamer kepandaian [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>1.  <!--[endif]-->Dalam kondisi bagaimanapun, dirikanlah shalat ketika mendengar Adzan</p>
<p><!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Baca atau dengarkan Al-Qur’an dan ingatlah Allah, Jangan habiskan sebagian waktu- waktu anda pada hal-hal yang tidak berguna</p>
<p><!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Berusaha untuk bias berbicara bahasa Arab fasih(baik dan benar), sebab hal itu merupakan Doktrin Islam</p>
<p><!--[if !supportLists]-->4. JAngan memperbanyak debad dalamsetiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan apa yang dinamakan riya itu tak akan mendatangkan kebaikan sama sekali</p>
<p><!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenag dan khusyuk</p>
<p><!--[if !supportLists]-->6. Jangan bergurau, sebab sebuah umat yang gigih berjuang tak mengenal selain kesungguhan</p>
<p><!--[if !supportLists]-->7. Jangan mengeraskan suara melebihi yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan yang lain</p>
<p><!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakannya selain kebaikannya saja</p>
<p><!--[if !supportLists]-->9. Kenalkan diri anda kepada saudara-saudara seagama dan seperjuangan walaupun anda tidak dituntut,sebab dasar dakwah kita adalah Cinta dan Kenal</p>
<p><!--[if !supportLists]-->10.<!--[endif]-->Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan wqaktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda punya kepentingan(tugas) selesaikan segera.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2007/06/29/10-wasiat-imam-hasan-al-banna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KETIKA TUHAN BERKATA: TIDAK! (Sebuah Renungan)</title>
		<link>http://tengku-muda.com/2007/06/25/ketika-tuhan-berkata-tidak-sebuah-renungan/</link>
		<comments>http://tengku-muda.com/2007/06/25/ketika-tuhan-berkata-tidak-sebuah-renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 11:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muda</dc:creator>
				<category><![CDATA[RELIGION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arakata.blogdetik.com/2007/06/25/ketika-tuhan-berkata-tidak-sebuah-renungan/</guid>
		<description><![CDATA[Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku. Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya. &#8221; Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.&#8221; Ya Tuhan beri aku kesabaran. Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.&#8221; [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya. &#8221;</p>
<p>Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku kesabaran.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.<br />
Tuhan berkata, &#8220;Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.&#8221;</p>
<p>Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.<br />
Tuhan berkata&#8230; &#8220;Akhirnya kau mengerti !&#8221;</p>
<p>~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~</p>
<p>Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa,<br />
meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.</p>
<p>Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah Kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.</p>
<p>Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.</p>
<p>Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.</p>
<p>Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.</p>
<p>Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat<br />
tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat<br />
mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es.</p>
<p>Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala<br />
dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.</p>
<p>Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita.<br />
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya.</p>
<p>Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.<br />
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari &#8220;pilek&#8221; dan &#8220;demam&#8221;&#8230;. dan terus berdoa.</p>
<p>&#8220;There&#8217;s a time and place for everything, for<br />
everyone. God works in a mysterious way.&#8221;</p>
<p>sumber : lupa lagi ni, darimana sumbernya</p>
<p>Wassalam<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tengku-muda.com/2007/06/25/ketika-tuhan-berkata-tidak-sebuah-renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
