Buaya Sungai

Buya krueng teu dong-dong
Buya tamong meuraseuki

ini adalah hadis madja yang sering diungkapkan dalam kehidupan masyarakat Aceh, sebagai sebuah sindiran terhadap fenomena hadirnya orang-orang dari “luar” yang datang ke negeri kita untuk mengais rezki hingga kehidupan mereka lebih baik dibandingkan penduduk lokal (buya krueng). Ungkapan ini pada awalnya adalah bentuk kecemburuan sosial masyarakat akibat adanya ketidak adilan dalam bentuk kesempatan kerja yang lebih besar diberikan kepada pendatang(buya tamong).

Tahun ini katanya sudah masuk era MEA, pastinya akan semkin banyak BUYA TAMONG yang akan datang ke negeri kita. Kalau kita tidak mendapat kesempatan apakah kita masih menyalahkan “BUYA TAMONG” sedangkankan kita hanya berpangku tangan.

Hasil diskusi kami dengan Wali Tgk Nasruddin Ahmad fenomena ini bukan hanya masalah ketidak adilan, tetapi juga masalah etos kerja masyarakat lokal (buya krueng) yang malas mengambil kesempatan, sehingga kesempatan itu diambil orang “luar” (buya tamong).

tidak ada yang salah dengan hadis madja diatas, tetapi akan lebih tepat bila ungkapannya seperti ini ;

Buya Kreung Lage Geuleugong
Buya Tamong Meuraseuki

_________________________________

Sebagai motivasi bagi kita agar tidak menjadi “Geuleugong” kami akan memproduksi Kaos Seri Hadis Madja berikut.

Kaos Cotton Combed warna putih
Harga Size M&L Rp 70.000 (XL + 5000 dan XXL + 10.000)

Kami buka pree order…. yang berminat silahkan klik ASD GARMENT

Trackbacks (0)

  1. No trackbacks yet.

Comments (0)

  1. No comments yet.

Leave a Reply





stack