Dari TEORI ke PRAKTEK

Teori ke Praktek

Teori ke Praktek

Ada seorang guru atau syekh yang mahir mendidik siswa-siwa untuk dakwah, enam bulan untuk teori dan tiga bulan untuk bidang praktek. Seorang siswa yang percaya diri yang menyelesaikan bagian teori merasa  bahwa dia akan dapat mengerjakan prakteknya sendiri.

Syekh mengingatkannya tapi siswa tersebut tidak mengindahkannya. Dia menetapkan suatu desa yang jauh guna mempraktekkan dakwah.

Pada hari Jum’at pertama, seorang imam gadungan menyampaikan satu khutbah yang penuh dengan kebohongan tentang Allah dan Rasul. Siswa tersebut berdiri dan berteriak

“Imam itu pembohong. Allah dan Rasul tidak  bersabda demikian.”

Sang Imam pun menjawab : “Pemuda ini kafir dan harus di hukum”.

Hadirin di dalam masjid menyerang siswa ini dengan membabi buta.

Siswa itu pun kembali ke gurunya dengan balutan dan tulang yang patah !. Syekh tersebut berkata kepadanya, “Aku akan perlihatkan pada mu contoh praktek dakwah yang baik.”

Jum’at selanjutnya mereka pergi ke masjid yang sama di mana imam yang sama menyampaikan khutbah serupa.

Setelah mendengar khutbah, sang syekh berdiri dan berkata “Imam kalian adalah lelaki surga, Setia orang yang mengambil satu rambut dari janggutnya akan mendapatkan surga”.

Seketika saja, masyarakat menyerang janggut sang imam dan setiap orang menarik satu rambut jenggutnya bergantian sampai gundul dan darah mengalir ke lantai.

Lalu sang Syekh membisikkan kata-kata ke telinga sang imam, “Akankah Anda berhenti berbohong tentang Allah dan Nabi dana jadilah dirimu sendiri ! Atau Anda ingin hukuman tambahan ?”

Sang imam mengakui kesalahannya dan bertobat. Siswa tersebut menyadari kesalahannya dan memohon kepada syekh untuk memberinya tiga bulan latihan praktek bidang dakwah !  jadi ada satu dunia yang berbeda antara teori dan penerapannya dalam praktek.

#Dakwah Maulid

Trackbacks (0)

  1. No trackbacks yet.

Comments (0)

  1. No comments yet.

Leave a Reply





stack