Orang Miskin dilarang Ngeblog

blogger miskin? emang ada? tunjukkan tanganmu..?

pertanyaan itu saya temukan disebuah postingan sahabat blogger yang  secara sepihak mendakwakan bahwa blogger itu orang kaya. Hampir saja saya menunjuk tangan kalau dia langsung mengajukan pertanyaan itu didepan aku.

Benar tidaknya tuduhan itu, kita semua harus membuka mata, hati dan telinga tentang fenomena ini. Aku sendiri tidak mau membantah dan itu bukan berarti Aku Blogger Kaya, realitanya saya yakin teman-teman yang sedang membaca postingan ini walaupun bukan orang kaya raya setidaknya teman-teman adalah orang-orang yang secara financial sudah lumayan mapan.

Logikanya seperti ini, ngeblog itu kan butuh fasilitas, harus punya komputer/laptop…gak mungkin kan pakai mesin ketik di kantor kepala desa ?  setelah beli komputer minimal barang bekas seharga 1,5 juta s/d 2 jutaan kemudian  harus tersambung ke internet. Ada internet Broadband….bandwith nyus….nyus nyus……….up to 512 kbps harganya untuk paket personal  dari 200 ribu s/d 2  jutaan, atau patungan sama tetangga dengan model RT/RW Net Cuma bayar iuran sekitar 100 ribu.  Yang ingin mobile bisa internetan dimana saja harus punya modal untuk beliin komputer jinjing yang disebut dengan Laptop atau notebook yang harga “seken” atau paket Netbook seharga 3 jutaan rupiah, terus setelah itu harus beli modem CDMA atau GSM seharga 300 ratusan ribu rupiah…. Ditambah lagi dengan biaya pulsanya yang rata-rata dibutuhkan minimal 100 ribu perbulan.

Kalau dihitung jumlah investasi minimal  sekitar Rp 3.500.000 dan ditambah total iuaran internet untuk  satu tahun Rp 1.200.000.

Angka yang kecil memang, mungkin bagi teman-teman cukup menyisihkan dua bulan gaji untuk mengumpulkannya, atau mungkin juga cukup menyisihkan satu bulan gaji. Bahkan bagi orang kaya jumlah segitu tidak seberapa dibandingkan dengan uang jajan anaknya yang masih duduk di Play Group.

Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang pendapatannya rata-rata 20.000/hari atau malah ada yang cuma 10.000 perhari ?  sanggupkan menyisihkan untuk angka sebesar itu ? untuk beli berasnya yang harus dimasak hari ini saja masih mikir ! bagaimana mau internetan ?

Bukti nyatanya saya temukan ketika mengadakan pelatihan menulis dan blogging ke daerah-daerah. Sebelum pelatihan kami sudah menyampaikan kepada panitia bahwa syarat peserta adalah yang sudah fasih menggunakan komputer  (minimal sudah bisa ngetik dan pegang mouse) dan sudah biasa internetan (minimal sudah punya account email), tapi kenyataan di pelatihan 40 % peserta gak pernah akses yang namanya internet, dan 20 % masih ‘”kagok” berhadapan dengan yang namanya komputer….bahkan ada yang keluar keringat dingin ketika pegang mouse………ya nyendul aja belum pernah ! malah disuruh pegang. Ada beberapa kali pelatihan terpaksa dialihkan dari pelatihan blogging menjadi pelatihan mengetik di Microsoft Word atau dinaikkan ke level sedikit lebih tinggi kepelatihan internet dasar….belajar cara pakai email dan chatting di Messengger. Kalau ditanya kepada panitia kenapa bisa seperti itu ? jawabannya ; mereka Cuma mampu segitu dalam mengumpulkan peserta yang familiar dengan komputer dan internet itupun sudah dengan menyurati Kepala Desa untuk mengutus kader terbaik dari desanya.

Tapi ironisnya saya menemukan banyak dari peserta itu punya bakat menulis yang luar biasa. Saya pernah bertemu dengan salah seorang peserta yang membawa coretan-coretannya dalam bentuk puisi dan cerpen sebanyak 4 buku  merek AAA yang tebal 50 halaman, semua tulisannya sangat menusuk dan tajam dan lebih hebat dari postingan para blogger banyakan apalagi bila dibandingkan dengan postingan saya. Dari tema cinta sampai dengan politik dan nasib negeri ini bisa dia ulas dengan lugas dan tuntas…….tapi sayang dia cuma bisa menuliskan dengan tulisan tangannya di buku-buku AAA lusuhnya…andaikan saja dia jadi blogger dan punya fasilitas untuk itu….mungkin sederet nominasi akan diraihnya atau setidaknya sejumlah inspirasi bisa ditumpahkannya untuk sahabat-sahabatnya diseluruh penjuru negeri ini.

Mungkin yang aku sampaikan ini terlalu mendramatisir atau bagi blogger kaya ini terlalu ekstrim.  Tapi itulah realitanya teman-teman !. realita kehidupan anak bangsa yang barada dipelosok-pelosok negeri ini. Internetan memang semakin murah…dan warnet bertebaran dimana-mana…..tapi tetap saja belum menyentuh saudara-saudara kita yang kurang beruntung….walaupun mereka punya inspirasi untuk negeri ini.

Ketika kita dengan enjoynya berfacebook ria blackberry mahal, atau dengan nyamannya menikmati internetan gratis fasilitas kantor, atau dengan riangnya walking-walking blog sambil menikmati segarnya eskrim di sebuah café Hostpot disudut kota. Kita harus ingat masih banyak saudara-saudara kita yang punya inspirasi lebih hebat dari kita tapi tidak ada kesempatan,  fasilitas dan sarana untuk itu. Apa yang bisa kita berikan untuk mereka ? blackberry kah ? komputer kah ? laptop kah ? modem kah ? atau teman-teman punya  ide yang lebih menarik lagi ? misalnya Blogging  goes to village. Semoga!!!

Trackbacks (0)

  1. No trackbacks yet.

Comments (30)

  1. February 6th, 2010 at 11:37 | #1

    menyedihkan memang perkembangan internet di kamoung2 kita. celakanya pemerintah tak pernah melirik sama sekali.

    mungkin kita memang harus lebih agresif untuk membantu mereka untuk pengadaan. ya minimal satu kelurahan satu komputer. kayak tipi jaman dulu itu.

    caranya: kita kerjasama dengan para vendor macam telkom speedy, telkomsel, xl dan seterusnya yang konon sedang gencar “kampanye” di daerah.

    minimal komnputer second atau netbook yang harganya 2,7 jt

    ayo mas semangat mas

    semoga saja mas :)

  2. jampo
    February 6th, 2010 at 11:48 | #2

    Kalau tmp saya cih? Bnyk yg bsa beli laptop. . Tp masalahnya sinyalnya ngk ada he he he

    berarti sekarang harus beli sinyal dong….he..hee

  3. February 6th, 2010 at 11:48 | #3

    perlu revolusi mental dan kebijakan dari pemerintah.
    tapi kalau hanya menunggu saja dari pemerintah rasanya seperti terbuai angan saja.

    saatnya beraksi berikan kontribusi blogger; inspirasi untuk negeri!

    ia eyang….memangnya kita masih punya pemerintah ? :D

  4. February 6th, 2010 at 15:58 | #4

    ya, saya pikir kita bisa memulainya… ini sangat inspiratif buat kegiatan dblogger berikutnya…

    jabat erat!

    semoga blogger bisa lebih dekat dengan masyarakat

  5. February 6th, 2010 at 20:47 | #5

    Miris memang kalou kt pikirkan,banyak anak dri keluarga yg kurang mampu mempunyai potensi yg lebi,seandainya internet menjangkou mereka tdk menutup kemungkinan mereka lebih pintar dari anak orang kaya,yg slalu saykoji tiap malam.

  6. gusthy
    February 7th, 2010 at 14:35 | #6

    jangan tunggu pemerintah..
    mereka tidak bisa diharapkan lagi..
    ayo bergerak…
    sekarang…

  7. depz
    February 7th, 2010 at 19:54 | #7

    hmm…
    pendidikan internet di sekolah2 wajib dimulai dan dibantu

  8. rxamri
    February 7th, 2010 at 21:28 | #8

    blogging goes to villages : everything is possible. bagaimana kalau blogger ke kampung saya di pidie jaya aceh? gimana ARAKATA NANGGROE?

  9. February 8th, 2010 at 01:07 | #9

    Saya juga baru familiar dengan internet selama domisili di Banda Aceh. Dulu waktu masih di kampung Nibong, cuma mendengar beritanya dari koran-koran saja.

  10. February 8th, 2010 at 02:48 | #10

    aslmkm,

    hmm..jngnkan orang miskin…orng kaya aja..masih malas buat ngeblog…aplg nulis…

    padahal nulis itu bisa mmbuat kita lebih baik krn kita bisa meluapkan emosi..

    malas itu bukan masalah bro..tapi penyakit :)

  11. February 8th, 2010 at 07:20 | #11

    ya….. semoga di seluruh penjuru negeri ini bisa menikmati apa itu yang namanya internet!
    dan saya sangat berharap sekali kepada para jajaran pemerintah untuk mendukung dan menjalan kan program ini! karena ini salah satu bagian untuk memajukan negeri ini!

  12. Srex
    February 8th, 2010 at 09:41 | #12

    Hanya soal waktu dan kesempatan mas…aku pernah ke s’pore, hongkong, jerman dan beberapa negara eropa lainnya, sudah full wi-fi. Gratis. Untuk indonesia semoga aja ekonomi kerakyatan cepat membaik, sehingga bs menyusul mereka…

    ntar aku ke s’pore lah…biar dapat internet gratis….he..hee

  13. February 8th, 2010 at 15:21 | #13

    terkadang susah untuk melawan penyakit malas
    apalagi ngeblog

  14. February 9th, 2010 at 19:56 | #14

    ho..ho.. bener juga bang.. ^^ kalo dinalar emang bener gitu, harus ada tingkatan tersendiri agar seseorang bisa ngeblog.
    btw, tulisanmu keren2 euy.. ikutan donk di kompetisi kecil-kecilan di blogku.. tak tunggu yah.. ^^

  15. February 10th, 2010 at 14:57 | #15

    Assalamu’alaikum kak, zemangat sore ^_^
    Moga kesempatan untuk memaksimal teknologi yg ada semakin merambah ke seluruh penduduk indonesia.

  16. February 12th, 2010 at 13:20 | #16

    wah bang muda tulisannya inspiratif.. saya tergugah.

    saya tahu teknologi termasuk internet memang seharusnya menyentuh semua kalangan. walau menurut saya mah saat ini yang paling penting dan mendasar adalah bagaimana menyediakan sekolah gratis (benar-benar gratis tanpa ada istilah sumbangan sukarela ato uang buku) di semua penjuru daerah hingga ke pelosok dan bagaimana merangkul inspirasiinspirasi itu hingga dapat menyentuh semua rakyat Indonesia ..

    dengan perasaan masygul saya setuju dengan ungkapan kenyataanblogger itu orang kaya (paling tidak mapan) tetapi saya rasa tak semua harus jadi blogger untuk menyampaikan inspirasinya bukan? ;)

    iya mbak hes…apa yang saya sampaikan ini cuma secuil masalah dari ribuan masalah yang ada di negeri ini. ada hal-hal prioritas yang harus diselesaikan. tapi anehnya gak pernah selesai :) , pendidikan gratis hanya menjadi komoditas politik elit saja….ntah kapan pendidikan itu betul2 gratis :) .

    memang betul…menyampaikan inspirasi tidak perlu menjadi blogger…..banyak cara lain…dan bisa saja inspirasi dalam bentuk lain lebih mengena daripada inspirasi para blogger.

    internet gratis…jauh panggang dari jagung bakar…..tapi kita tidak perlu pesimis……jagung bakar itu bisa kita nikmati tanpa panggangnya…he…he..he

  17. February 12th, 2010 at 17:37 | #17

    ya mudah2an saja di setiap wilayah ada fasilitas internet utk para blogger yg dianggap miskin
    di sekolah, warnet dan kantor, itupun jika ada kemauan
    saya senang dgn peserta yg abang ceritakan itu, kenapa abang ngga modalin aja utk buat blog, hihihii..
    semoga..!

  18. February 18th, 2010 at 19:33 | #18

    hmm…Mnyentuh tulisannya, tp dlm hati rasanya ada tanya yg menggantunk. Apakah orank2 yg “maaf” secara financial tidak mendukunk benar2 pernah kepikiran ato berkeinginan u/ ngeblog?

  19. February 24th, 2010 at 10:04 | #19

    assalamu’alaikum, blum update lagi ya kak? :)

  20. rice2gold
    March 12th, 2010 at 07:56 | #20

    kalau saya blogger yang “beruntung” karena bekerja di perusahaan yang mengijinkan untuk menggunakan internet asalkan tugas-tugas kantor tidak terbengkalai, selain itu hanya bisa BW via 2600 classic dengan jatah 1000 KB per hari :D

  21. March 25th, 2010 at 10:22 | #21

    Biarpun bloggeran miskin, yang penting isi blognya “berkualitas”, ketika suatu ketika ia membuka blog… :)

  22. March 29th, 2010 at 08:51 | #22

    ya… banyak orang2 desa yang menginspirasi tapi tidak adapt tercover di media…

  23. April 9th, 2010 at 09:11 | #23

    assalamu’alaikum kak :)

  24. May 2nd, 2010 at 18:23 | #24

    di dalam dunia blog kayak nya tabu kita mengatakan ada yang kaya dan miskin yang faktor terpenting di sini kayak nya giat atau tidak kita berusaha karna di dalam dunia maya ini sifat nya adalah Fleksibel dan online 24 jam mesin pencari bisa menjadikan blog anda hari ini menduduki posisi teratas 2 jam kemudian anda bisa jadi terjungkal di dasar yang paling dalam..

  25. DANIAL
    May 8th, 2010 at 22:10 | #25

    waduh jadi tersindir….dengan gaji sebulan yang cukup besar yaitu Rp 400.000 (maklum cuma guru swasta yang sudah telat umur untuk jadi negeri) alias per hari 13.333,33333 rupiah hanya untuk memposting sebuah artikel di blog perlu puasa sehari buat ongkos warnet……………..

  26. May 22nd, 2010 at 20:27 | #26

    wah mungkin aku termasuk blogger miskin ya?
    ah tak masalah, yang penting semangat

    oh ya salam kenal ya

  27. erwindoni
    July 4th, 2010 at 14:58 | #27

    kalau disini saya termasuk kategori miskin, seorang penggangguran dengan 1 buah PC jadul. hasil menabung 1 thn,modem CDMA dgn speed 230 kbps. flexi paket mingguan, 60rb/bln yg saya dapat dari antar jemput kakak kerja.
    sebetulnya seberapa besar niat dan usaha. walaupun mengorbankan banyak waktu.
    ya semoga modernisasi tidak menimpuk kebudayaan daerah yang ada.

  28. July 7th, 2010 at 14:31 | #28

    hanya ingin mampir sejenak, btw hav a great day :D

  29. July 27th, 2010 at 11:30 | #29

    menuju era materealistik sejati.. :)

  30. December 10th, 2010 at 16:40 | #30

    jangan gitulah sobat,
    miskin kaya itu ibarat roda, dan dapat bergulir dengan mudahnya

Leave a Reply





stack