Momentum

لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه

وماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم

Artinya : Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat nanti dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah mengetahui ilmunya.

Dua bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, aku mencoba evaluasi, hasil evaluasi aku sangat sadar 1 tahun terakhir ini rapor ku sangat banyak merah dimana-mana. di awal bulan Ra’jab aku sudah bertekad dan berjanji pada diri sendiri dan kepada Tuhan untuk mencoba memperbaiki diri yang sudah sangat semerawut dan centang perenang. Aku coba memperbaiki ibadah ku…aku coba memperbaiki sikap ku, aku coba memperbaiki ucapan-ucapan ku dan aku coba menata hati ku…. Sehari demi hari terasa jiwa ini merasa sangat tentram dan hati ini merasa sangat nyaman, teduh dan sejuk. Tapi ternyata hanya berjalan dengan dua pekan….terkikis sendiri dengan kesibukan kehidupan.

Dunia ini sungguh kemilau sehingga membuat kita silau.

Waktu 24 jam sehari semalam tidak cukup bagi kita untuk mengejarnya…. tidak sadar kita sudah seperti orang gila yang mengejar awan yang dibawa angin. Kita terus terbuai dan terlena dengan fatamorgana-fatamorgana. Kita terlau percaya dengan Rupiah yang kita cari akan menyelesaikan semua masalah kita sehingga kita sering lupa akan eksitensi tempat kita bergantung yang sesungguhnya.

Ah dunia ini memang indah….bahkan semakin indah ketika kita terus membayangkannya.

Satu bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, di awal bulan Sya’ban aku kembali berjanji dan beikrar pada diri sendiri yang sudah pasti disaksikan Tuhan dan Malaikat-malaikatnya….. janji yang sama untuk menjadi hamba yang lebih baik…. Tapi janji di Bulan Sya’ban juga tidak beda nasibnya dengan janji bulan Ra’jab.

Ternyata benar seperti apa yang disampaikan Guru ku. Ketika Ra’jab dan Sya’ban sudah KO….ternyata awal Ramadhan terlewati begitu saja…. Tidak ada getaran ketika menyambut bulan suci itu. Aku baru tersentak dan bangun dari hati yang tertidur ketika didaulat oleh adik-adik panitia Pesantren Ramadhan disebuah sekolah untuk mengisi Malam Renungan/Muhasabah……. Ya Allah aku sangat malu…. Ketika aku diminta untuk menyadarkan orang lain….sadangkan aku sendiri sudah tidak normal dalam menyambah Mu Ya Allah… Aku sangat menyesal masih memasang topeng-topeng kabaikan ku…padahal kebaikan ku itu hanya TOPENG… bagaimana aku memperbaiki orang lain ketika diriku sendiri centang perenang bagaikan jajaran genjang yang tak bersiku.


أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ .
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Q.S al-Baqarah, 2: 44)

Di bulan Suci Ramadhan itu aku kembali berjanji dan berikrar kepada diri ku dan kepadaNya… bermodalkan rasa malu karena aku telah terlalu banyak berjanji yang kemudian ku ingkari.

Ramadhan pun telah bepuluh berhar berlalu… Ramadhan tahun ini juga tidak jauh bebeda dengan tahun yang lalu. Janji tahun ini juga tidak jauh berbeda nasibnya dengan janji tahun yang lalu. Kalaupun ada yang terbayarkan rasanya tidak sebanding dengan besarnya komintmen perubahan yang aku janjikan….Astaqhfirullah…ampuni hamba ya Allah.

Hari ini umur genap 26 Tahun…. Tapi malam ini aku tidak berani lagi berjanji…karena aku sudah malu dengan janji-janji ingkar ku…. Aku aku betekad untuk terus belajar melunasi janji-janti itu… dan semoga aku menemukan MOMENTUM perubahan itu.

Aku sudah jauh berlari

Berlari dari satu pintu

Ke pintu yang lain

Kini aku kembali ke pintu Rumah Mu

Terimalah aku

Ampunilah aku

Dan berikat aku petunjuk

Agar aku dapat kembali ke Rumah Mu

Dan bersimpuh dihadapan Mu Ya Allah

Trackbacks (0)

  1. No trackbacks yet.

Comments (16)

  1. cyperus
    December 3rd, 2009 at 01:11 | #1

    amin.. Dia selalu ada denganmu..

  2. gusthy
    December 3rd, 2009 at 05:13 | #2

    TUHAN maha Pengampun….tetap semangat !!!

  3. dr_naziel
    December 3rd, 2009 at 09:26 | #3

    Selamat milad..
    semoga menjadi lebih baik dan lebih baik lagi…

  4. December 3rd, 2009 at 10:23 | #4

    ya ya ya akhir tahun biasanya introspeksi dan bikin resolusi
    dan
    akhirnya
    gagal
    lagi
    tapi
    semoga
    tahun
    ini
    tidak lagi :)

  5. December 3rd, 2009 at 10:50 | #5

    Kelemahan yang disadari adalah suatu kekuatan, dengan kita menyadari suatu kesalahan atau kelemahan , itu sudah merupakan upaya bahwa kita memang sedang menuju kearah perbaikan

  6. December 3rd, 2009 at 11:26 | #6

    assalamu’alaikum kak, amiiin, moga kita semakin hari semakin jadi pribadi yg baik dan jadi pribadidi yang dikasihi Sang Maha Segalanya, amiiin
    terimakasih kak telah mengingatkanku kembali. ^_^

  7. December 5th, 2009 at 00:02 | #7

    Tuhan selalu bersama kita…dan selalu mengampuni dosa umatnya yang mau bertobat :D

  8. gusthy
    December 5th, 2009 at 04:21 | #8

    Tuhan itu Maha Pengampun….

  9. December 6th, 2009 at 14:51 | #9

    Ramadhan adalah tempat kita training. Prakteknya adalah setelah ramadhan

  10. December 8th, 2009 at 21:55 | #10

    aku jadi tersindir dan malu pd diriku sendiri stlh membaca tulisan ini….
    ingat dosa2ku…..hehehe
    terima kasih sdh mengingatkanku ya, mas…. :)

  11. aribicara
    December 9th, 2009 at 07:11 | #11

    Aku sering melupakan ayat ini

    ““Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Q.S al-Baqarah, 2: 44)”

    makasih tuan Muda atas renunganya :)

  12. December 30th, 2009 at 15:00 | #12

    mana kak postingan yg selanjutnya? ^_^

  13. March 20th, 2012 at 19:30 | #13

    Artikel ini sangat negmena di hati saya bro.Saya baru mengalami kecelakaan dari touring bersama teman.Perlatan safety saya berupa helm, jaket, sepatu sampai mata kaki, sarung tangan, dan celana jeans lengkap saya pakai, sehingga walaupun motor saya rusak parah sehingga sejak kecelakaan ga bisa dikendarai lagi, saya tidak luka parah, hanya lecet, itupun hanya lecet berdiameter 0,5 cm di lengan.Akan tetapi yang parah boncenger saya, dia pake helm half face, tapi ga ada penutupnya (visor), jadi waktu dia terhempas ke jalan sempat kejang.Syukurlah, sekarang dia sudah tidak apa-apa dan sembuh, tapi karena sempat kejang, saya mengantisipasi ada kelainan pada dia ke depannya, saya membawa ke rumah sakit untuk dicek, itupun sudah memakan biaya dan waktu.Yang mau saya tunjukkan, walaupun kadang kita sudah memakai safety utility, kita masih saja bisa terluka, apalagi tidak pake sama sekali..

  14. March 21st, 2012 at 02:22 | #14

    benar se x artikel~nya mas, saya juga tuamrsek yang lumayan jaga safety dari sarung tangan full kulit, helm full face, body armor, peilndung kaki, sepatu safety riding, pernah jatuh ketiban motor saya sendiri (motor laki), gara2 di salip kagetan sama motor Ababil, Alhamdulillah ngga apa2, cuma agak sakit lengan kanan saya, selebih~nya nothing Memang kalaw di total harga semua safety riding itu mayan mahal (menurut kebanyakan orang) & cenderung ngerepotin/ribet . tetapi mana yang lebih mahal ? Ribet ? Nyusahin ? kalaw harus masuk ke rumah sakit yang puluhan juta ?

  15. March 21st, 2012 at 05:42 | #15

    Thank’s bro atas tipsnya, tp saya suka lihat orang kebut iaadst lampu merah menyala kuning dan akhirnya menerobos lampu merah BAHAYA banget!!!!. Buat masukan juga kl kira2 dah lampu kuning menyala, jangan coba2 nancap gas lebih baik mengurangi gas dan berhenti pelan2 Alon2 asal kelakon , sing penting selamat sampe tujuan ok .

  16. September 7th, 2012 at 11:02 | #16

    Salam Kak,Saya cuma nak ucapkan termia kasih kepada kakak yang sudi berkongsi resipi2 di blog yg sgt menarik ni. i came across your blog while searching for recipes, i was just learning to cook and your recipes have helped me alot. Thanks! Salam dari Singapore~~

Leave a Reply





stack