Momentum
Filed under Albaqarah 44, Muhasabah
لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس : عن عمره فيما أفناه و عن شبابه فيما أبلاه
وماله من أين اكتسبه و فيما أنفقه و ماذا عمل فيما علم
Artinya : Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat nanti dari sisi Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia infakkan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah mengetahui ilmunya.
Dua bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, aku mencoba evaluasi, hasil evaluasi aku sangat sadar 1 tahun terakhir ini rapor ku sangat banyak merah dimana-mana. di awal bulan Ra’jab aku sudah bertekad dan berjanji pada diri sendiri dan kepada Tuhan untuk mencoba memperbaiki diri yang sudah sangat semerawut dan centang perenang. Aku coba memperbaiki ibadah ku…aku coba memperbaiki sikap ku, aku coba memperbaiki ucapan-ucapan ku dan aku coba menata hati ku…. Sehari demi hari terasa jiwa ini merasa sangat tentram dan hati ini merasa sangat nyaman, teduh dan sejuk. Tapi ternyata hanya berjalan dengan dua pekan….terkikis sendiri dengan kesibukan kehidupan.
Dunia ini sungguh kemilau sehingga membuat kita silau.
Waktu 24 jam sehari semalam tidak cukup bagi kita untuk mengejarnya…. tidak sadar kita sudah seperti orang gila yang mengejar awan yang dibawa angin. Kita terus terbuai dan terlena dengan fatamorgana-fatamorgana. Kita terlau percaya dengan Rupiah yang kita cari akan menyelesaikan semua masalah kita sehingga kita sering lupa akan eksitensi tempat kita bergantung yang sesungguhnya.
Ah dunia ini memang indah….bahkan semakin indah ketika kita terus membayangkannya.
Satu bulan menyambut Ramadhan yang telah berlalu, di awal bulan Sya’ban aku kembali berjanji dan beikrar pada diri sendiri yang sudah pasti disaksikan Tuhan dan Malaikat-malaikatnya….. janji yang sama untuk menjadi hamba yang lebih baik…. Tapi janji di Bulan Sya’ban juga tidak beda nasibnya dengan janji bulan Ra’jab.
Ternyata benar seperti apa yang disampaikan Guru ku. Ketika Ra’jab dan Sya’ban sudah KO….ternyata awal Ramadhan terlewati begitu saja…. Tidak ada getaran ketika menyambut bulan suci itu. Aku baru tersentak dan bangun dari hati yang tertidur ketika didaulat oleh adik-adik panitia Pesantren Ramadhan disebuah sekolah untuk mengisi Malam Renungan/Muhasabah……. Ya Allah aku sangat malu…. Ketika aku diminta untuk menyadarkan orang lain….sadangkan aku sendiri sudah tidak normal dalam menyambah Mu Ya Allah… Aku sangat menyesal masih memasang topeng-topeng kabaikan ku…padahal kebaikan ku itu hanya TOPENG… bagaimana aku memperbaiki orang lain ketika diriku sendiri centang perenang bagaikan jajaran genjang yang tak bersiku.
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ .
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Q.S al-Baqarah, 2: 44)
Di bulan Suci Ramadhan itu aku kembali berjanji dan berikrar kepada diri ku dan kepadaNya… bermodalkan rasa malu karena aku telah terlalu banyak berjanji yang kemudian ku ingkari.
Ramadhan pun telah bepuluh berhar berlalu… Ramadhan tahun ini juga tidak jauh bebeda dengan tahun yang lalu. Janji tahun ini juga tidak jauh berbeda nasibnya dengan janji tahun yang lalu. Kalaupun ada yang terbayarkan rasanya tidak sebanding dengan besarnya komintmen perubahan yang aku janjikan….Astaqhfirullah…ampuni hamba ya Allah.
Hari ini umur genap 26 Tahun…. Tapi malam ini aku tidak berani lagi berjanji…karena aku sudah malu dengan janji-janji ingkar ku…. Aku aku betekad untuk terus belajar melunasi janji-janti itu… dan semoga aku menemukan MOMENTUM perubahan itu.
Aku sudah jauh berlari
Berlari dari satu pintu
Ke pintu yang lain
Kini aku kembali ke pintu Rumah Mu
Terimalah aku
Ampunilah aku
Dan berikat aku petunjuk
Agar aku dapat kembali ke Rumah Mu
Dan bersimpuh dihadapan Mu Ya Allah
Dec 3

aku sudah terlalu jauh
Kanduri Maulod













- Surya Adhi Kuncoro
- Zian
- baby