Untung ada Malaysia

indonesiamalaysiaHubungan dua bangsa serumpun, Indonesia dan Malaysia semakin panas dingin saja. Indonesia sebagai bangsa yang lebih dulu merdeka dari Malaysia merasa dikebiri. Malaysia dengan gagah perkasa terus mengklaim gray area Indonesia-Malaysia, mulai dari pulau-pulau kecil sampai dengan ke ranah budaya. Tidak tanggung-tanggung Malaysia terus merasa  berhak terhadap sejumlah pulau-pulapu kecil mulai dari Ambalad, Sipadan – Ligitan dan terakhir negeri jiran berhasrat menyatakan Pulau Jemur sebagai wilayah teritorialnya. Indonesia yang selama ini tak pernah mengurus pulau-pulau kecil terluar yang ada di wilayah teritorial menjadi kebakaran jenggot. Rakyat Indonesia dengan serta merta mengeluarkan tabi’at latahnya angkat suara mencaci maki tingkat pongah Malaysia yang telah berani menyerobot pekarangan tetangga. Yang lucunya ada yang selama ini tidak tau menau duduk perkaranya, bahkan seumur hidupnya baru kali ini mendengarkan bahwa ada pulau yang bernama “Jemur” diperairan Riau tiba-tiba saja menjadi seorang yang sangat patriotik membela bahwa pulau itu milik bangsa Indonesia, padahal dia sendiri tidak tau dimana letak bujur utara selatan dan timur barat pulau tersebut, berbuih-buih mulutnya mencaci maki Malaysia dengan sumpah serapah, padahal kalau Malaysia tidak mengklaim dia tidak pernah tau kalau bangsanya punya pulau itu……..untung ada Malaysia.

Ketika Tari Pendet muncul di salah satu iklan pariwisata Malaysia, Indonesia kembali kalang-kabut. Sebelum Jero Wacik, pak menteri Pariwisata angkat bicara, sudah duluan  sekelompok ormas mencak-mencak mengultimatum perang terhadap Malaysia bila 3 x 24 jam pemerintah tak bersikap tegas. Aneh memang ketika masalah sebuah Tari saja kita kebakaran jenggot, tapi ketika sejumlah saudara kita yang menjadi TKI mengalami perlakuan tak manusiawi di sejumlah Negara, bisa dihitung berapa orang yang angkat bicara, bahkan gemanyapun tak segemuruh “Lagu Anak Kambing Saya” yang sudah dicomot Malaysia. Sekarang bangsa ini mulai sibuk mempatenkan sejumlah budaya setelah ada orang lain yang lebih menghargai budaya kita………. untung ada Malaysia.

Untung saja bangsa ini masih memiliki urat saraf yang bisa membuat latah ketika digelitik, kalau tidak pasti bangsa ini akan terlelap dengan nyenyak dan terbangun ketika rumahnya sudah kosong. Tapi sikap latah ini pun harus diperbaiki dan dikela dengan baik, bila tidak kita akan dianggap sebagai bangsa yang kerdil yang cuma bisa nyinyir seperti istri tua yang cemburu pada istri muda, atau kita hanya bisa kalang kabut, teriak kesana kemari seperti seorang nenek yang kehilangan sanggul.

Sekarang Malaysia akan terus mengklaim sejumlah “aset bangsa” yang merasa dia miliki. Entahlah, apakah semboyan “Ganyang Malaysia” yang dipopulerkan oleh Soekarni sejak tahun 1960 akan kita kumandangkan lagi ?. Tapi aku pribadi akan berterima-kasih kepada Malaysia yang  telah menyadarkan aku akan bangsa ku, dan berterimakasih kepada Malaysia yang juga telah memberikan kesempatan kepada saudaraku meneguk rezki di negeri mu……. Terimakasih Malaysia……..Untung ada Malaysia.

Trackbacks (0)

  1. No trackbacks yet.

Comments (28)

  1. depz
    September 3rd, 2009 at 13:05 | #1

    untung ada malaysia yah

    membantu indonesia membuka matanya

  2. September 3rd, 2009 at 13:08 | #2

    hehehe… asal jgn dikitikin melulu aja biar gak ngantuk Indonesianya :)

  3. September 3rd, 2009 at 13:09 | #3

    hehhehe, terimakasih ya malaysia

  4. September 3rd, 2009 at 13:14 | #4

    Tetap aja mereka itu gak beradab, sekali mencuri pasti ketagihan mencuri, tugas Indonesia kini adalah menangkap si pencuri itu. Jangan Takut Indonesia !

    Semoga bangsa ini terus menjadi bangsa yang berjiwa besar dan terus punya marwah dihadapan bangsa lain, bila tidak kita akan selalu di anggap kerdil

  5. itan
    September 3rd, 2009 at 13:16 | #5

    itulah Indonesia…
    walau dirugikanpun masih bilang untung :D

    untung Malaysia yang rugikan kita masih bisa ngomel….coba Amerika yang usil, pasti Indonesia cuma bisa merengut

  6. September 3rd, 2009 at 13:18 | #6

    Hehehe… pandangan yg bagus

  7. September 3rd, 2009 at 13:20 | #7

    yayaya.. indonesia sudah tertalu bebal, jadi emang perlu tamparan keras….

    apakah tamparan sekeras ini bisa menyadarkan kita mas ?

  8. September 3rd, 2009 at 13:21 | #8

    ya untung ada malaysia…

    biar semua rakyat indonesia bangun dari tidur dan mimpin indah nya.. :)

    jadi mimpikah kita selama ini ? pantesan :) aku juga gak sadar, karena aku juga dalam mimpi

  9. September 3rd, 2009 at 13:21 | #9

    :-) masih ada untungnya ya malah … heheheh

  10. September 3rd, 2009 at 14:00 | #10

    bangga dengan Malay, big family!

  11. rizal
    September 3rd, 2009 at 14:09 | #11

    Malaysia tu emang elok and serupa bikin.

  12. September 3rd, 2009 at 14:56 | #12

    memang lah, Malaysia BOLEH….

  13. September 3rd, 2009 at 15:19 | #13

    Owh ya.. sebuah hikmah ini. Selalu ada nilai positif dari suatu peristiwa. Nice :)

  14. banana
    September 4th, 2009 at 07:51 | #14

    ada Hikmah di balik kearoganan Malaysia, kita jadi care dengan budaya sendiri yang selama ini hampir di lupakan.

  15. September 6th, 2009 at 09:43 | #15

    ha ha ha.. sebuah gaya sindiran yang halus, tapi pas dengan proporsinya!!!! Mantebs!!!

  16. aribicara
    September 7th, 2009 at 07:42 | #16

    Benr juga bang ..
    Seandainya ga ada malaysia yg sering berulah, mungkin Nasionalisme kebangsaan kita hanya diem aja :)

    Salam :)

  17. September 7th, 2009 at 12:16 | #17

    iya..kadang tindakan kita terlalu reaktif….

  18. Erfano Nalakiano
    September 7th, 2009 at 14:32 | #18

    kita patut berterimaksih pada malaysia……
    Karena bangganya kita pada negara ini hanya bangga sebatas kata! NATO: Not Action Talk Only
    Jadi tak hanya mematenkan namun terus mengembangkan dan mengapresiasi karya budaya bangsa….

    Maaf nih cut bang, baru bisa berkunjung….(blogmu ini kumasukkan list di Linkku…Biar bis aberkunjung terus) :)

  19. September 7th, 2009 at 17:12 | #19

    indonesia waktunya wake up

  20. September 8th, 2009 at 11:33 | #20

    semoga malaysia & indonesia tidak teradu domba
    apakah kita masih bersodara & menjunjung tinggi adat istiadat

  21. September 12th, 2009 at 21:13 | #21

    Wake up.. Wake up.. Indonesia!

    Met lebaran bro :P

  22. September 16th, 2009 at 02:30 | #22

    kampanye anti malaysia 2009.

    untungnya ada ya?

    ruginya juga ada…

    ada untung ada rugi

    ada sesuatu di balik sesuatu

  23. September 29th, 2009 at 21:13 | #23

    Kunjungan dari KomBlog KalSel

  24. October 5th, 2009 at 13:21 | #24

    hehehe semua pasti ada hikmahnya :)
    btw, berbagi award ne silahkan ambil di blog saya y :)

  25. October 6th, 2009 at 13:37 | #25

    i….waw…. :mrgreen:
    keren banget nie postingannya… ^_^

  26. musziandi
    October 9th, 2009 at 13:25 | #26

    bener juga ya..
    untung saja ada malaysia..
    jadi indonesia tau betapa kaya nya negerinya ini dengan keragaman yang dimiliki..

  27. October 9th, 2009 at 19:45 | #27

    lama ngga update, kemana aja pak?

  28. Lilla Banguna
    April 18th, 2010 at 16:13 | #28

    Untung ada Malaysia, maksudnya apa nih?? Malaysia memang dari tahun 1962 mencari gara-gara dengan Indonesia. tapi memang tidak sepantasnya kita bermusuhan karena kita sama-sama Islam.

Leave a Reply





stack