Sejarah tak pernah lurus (bukan kajian ilmiah)

sejarahBeda bukunya, beda penulisnya, beda pendekatannya, beda motedologinya, beda faktanya, beda argumentasinya akhirnya beda pula persepsi sejarah yang disimpulkan. Selaku pembaca sejarah yang masih belajar membaca sejarah itulah kenyataan yang saya dapatkan. Sebuah peristiwa besar yang terjadi pada satu tempat yang sama, waktu yang sama pelaku yang sama, tapi catatan sejarahnya muncul sangat beragam. Catatan sejarah yang berbeda ini bisa jadi karena faktor pandangan politik, ideologi, agama bahkan kepentingan yang berbeda dari setiap penulisnya. Dari semua faktor yang mempengaruhi kebenaran sejarah itu ada satu faktor lagi yang paling dominan yaitu “kekuasaan”. Penguasa bisa mengatur alur sejarah sesuai dengan kehendak dan kepentingan politik kekuasaanya.

Saya teringat cerita orang tua saya ketika masa pembersihan PKI di Aceh, ketika beliau bersama teman-teman sepasukannya membawa petinggi-petinggi PKI di Aceh ke tempat eksekusi salah satu pesan dari tokoh PKI itu adalah : “Kalau kami menang maka kalian harus menyiapkan tangga untuk naik kelangit”. Ucapan ini mengisyaratkan bahwa seandainya Komunis berhasil menguasai Negara RI maka sejarah bangsa ini akan berubah 180 derajat, siapa yang dianggap pahlawan dan siapa yang dianggap pengkhianat. Bisa dibayangkan photo-photo pahlawan nasional yang dipajang di sekolah-sekolah, di kantor-kontor pemerintahan akan di hiasi dengan wajah-wajah Aidit, Muso, Syarifuddin dan tokoh-tokoh PKI lainnya.

Saya masih teringat pada masa sekolahan yang pada masa itu masih berkuasanya rezim Orde Baru, doktrin-doktrin yang mengukuhkan kepahlawanan seorang presiden Soeharto, berbagai pujian dan gelar disematkan pada Soeharto sehingga tergambarlah dimata kita betapa hebatnya dia, betapa sempurnanya dia, betapa berjasanya dia menyelamatkan bangsa ini dari tangan-tangan komunis dan dari keterpurukan Orde Lama (red : Seokarno). Dan ketika itu kita menganggap betapa pintarnya dia memakmurkan negeri ini dengan program pembangunan yang di bungkus dengan REPELITA berantai, yang notabena hanyalah program pembangunan dengan action tempe yang tidak pernah bisa dan boleh di evaluasi.

Setelah Orde Baru tumbang sebagian dari kita terperangah kita beredar berita baik dari selebaran maupun media yang membongkar kebobrokan Soeharto, berbagai penghinaan, cacian plus makian sehingga dia tidak pantas lagi  disebutkan sebagai seorang manusia. 100 Dosa Soeharto, Kebiadaban Soeharto, Anak Haram, itu adalah sebagian dari judul penghinaan-penghinaan itu. Orde Baru tumbang Reformasi bergulir, kembali muncul wacana untuk meluruskan sejarah yang sampai sekarang tak pernah lurus.

Itulah hanya secuil gambaran sejarah yang tidak lurus di Negara kita, masih banyak lagi sejarah-sejarah dunia dengan berbagai versi yang juga tidak pernah objektif. Seorang ahli sejarah yang saya tidak tau namanya karena saya menemukan tulisannya di sebuah robekan kertas menyebutkan

“Sejarah hanya untuk memuja yang menang dan menghukum yang kalah”

Itulah sejarah yang sangat sulit diluruskan, hanya sejarah yang turun dari langit sajalah yang bisa dipegang walaupun kadang masih ada otak-otak kator manusia yang berusaha membelokkannya.

Wallahu’alam

Trackbacks (1)

Comments (22)

  1. Erfano Nalakiano
    August 6th, 2009 at 16:00 | #1

    Great! aku setuju sejarah tergantung kekuasaan yang menaunginya. tak peduli apapun itu…

    makanya sampai sekarang aku tetap gak suka sejarah, apalagi sejarah Indonesia he…he… :) banyak menghafal dan rumit. Terus terlihat sisi-sisi yang dominan. tapi untuk sejarah pahlawan aku lumayan respect

    mendingan baca sejarah Rosulullah SAW.

    Tapi walaupun begitu kita harus tetap menghargai sejarah, tentunya dari kacamata yang benar.

    great posting! I Think! bagaimana pun kita tetap memaknai sejarah. Dan kita harus mencari kebenaran sejarah itu…

    saloet! Tukeran link yukk! :)

    Thanks sudah berkunjung :)
    Salam kenal… boleh dung tukaran link :)

  2. itan
    August 6th, 2009 at 16:11 | #2

    sejarah orba ??
    kalo ditanya ke pro orba pasti sejarahnya akan tetap indah..
    buat yang kontra? yang keluar hanya hujatan..

    memang benar sudut pandang seseorang mempengaruhi sejarah

    ya begitulah ? sejarah yang seperti itu pantaskankah disebut dengan sejarah ?

  3. August 6th, 2009 at 17:02 | #3

    Sejarah itu akan terungkap kebenarannya seiring berjalannya waktu

    hanya waktu yang bisa mengungkapkan kebenaran sejarah…..sedangkan kita tidak !

  4. August 6th, 2009 at 17:19 | #4

    salute

  5. Aribicara
    August 6th, 2009 at 17:20 | #5

    Sejarah dibuat kadang hanya utk mengamankan penguasa,tp skrg,jangan sampai deh :-)

  6. August 6th, 2009 at 17:24 | #6

    sejarah itu history
    bisa juga di baca his-story
    bener ga?

    makanya kadang di buat “se enaknya”

  7. August 6th, 2009 at 20:20 | #7

    keadaan hari ini adalah kelanjutan sejarah hari kemarin, demikian pula hari esok adalah kelanjutan hari ini. sayangnya kebanyakan orang Indonesia malas mencatatnya.

  8. August 6th, 2009 at 21:51 | #8

    “Sebenar benarnya perkataan adalah Kitabullah (Al Qur’an).
    dan sebaik baiknya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah (Sunnah) hadits2 shohihnya.

  9. satria7
    August 6th, 2009 at 22:03 | #9

    saya sangat setuju dengan pendapat anda , sejarah adalah hukuman buat yang kalah dalam masalalu dan pujian buat yang menang,

  10. August 7th, 2009 at 04:51 | #10

    Ada juga sy dapatkan dari penulis lain,”Sejarah adalah milik Penguasa”
    Dalam hal suharto, dalam masa-masa kejayaannya pun bagi kita yg menengerti, tentu tahu apa sesungguhnya yg sedang berlangsung di “Negeri Impian” ini.

    Seorang teman pernah menjelaskan tentang ilmu sejarah ini, yaitu ada tiga tingkatan.
    1. Sejarah tradisional, yg hanya berdasarkan asumsi2 si penulis.
    2. Sejarah Ilmiah, berpijakan pada dalil2 dan argumentasi tertentu.
    3. Filsafat sejarah. Nah di sini silakan kalian semua berdebat hingga bibir jontor. :)

    Salam memaknai sejarah. 8-)

  11. agus
    August 7th, 2009 at 08:10 | #11

    bangsa yang baik,,bangsa yang belajar pada sejarah…..tapi saat ini kemana kita harus belajarnya…yaaa hanya pada waktulah yang akan mengajarkan kita pada sejarah…

  12. V
    August 7th, 2009 at 08:21 | #12

    “Sejarah hanya untuk memuja yang menang dan menghukum yang kalah”

    kata2 itu bnr bgt.Wlpn yg menang saat itu sebenarnya adalah yg salah.Tetap aja sejarah tak bisa diulang.hny orang2 tertentu yg bisa memahami yg bnr & yg salah.kl kebenaran ga keungkap sekarang,mungkin kn keungkap nanti. jk ga keungkap jg mungkin kn keungkap nanti setelah kita ga ada. jk kita dah ga ada tp ga keungkap jg, Allah maha tau mana yg bnr dan mana yg salah.

    V

  13. August 7th, 2009 at 10:07 | #13

    Pak,

    “Who wins the war, win the news” ….

    Gak mungkin sang pecundang menulis sejarah, walaupun pd kenyataannya versi sang pecundang lah yg “lurus”…..

  14. August 7th, 2009 at 13:39 | #14

    Sejarah adalah “kita sendiri”. Kalau dibalik juga mengandung makna yang sama “kita sendiri adalah sejarah.

  15. dhenok pratiwi
    August 7th, 2009 at 13:40 | #15

    Sejarah bisa menjadi suatu alat pembelajaran. Kata Soekarno, Jasmerah, jangan melupakan sejarah. Namun jika sejarah sendiri masih diragukan aspek kebenarannya, maka pembelajaran seperti apa yang bisa kita ambil dari sejarah?

  16. August 7th, 2009 at 15:05 | #16

    nyan ka betoi teungku…!!

  17. August 14th, 2009 at 16:59 | #17

    benar sekali… dan kita harus belajar dari sejarah agar tidak mengulang kesalahan yang sama

    salam kenal

  18. March 20th, 2012 at 18:59 | #18

    gambarnya dah digedein wwoolollw silahkan save gambarnya ke kompi dulu, nah liat nya dari situ aja biar lumayan jelas tokoh2 yang ada disini ada yang udah meninggal dan ada yang masih hidup, yang jelas mereka populeerrrr ..!!!!!!!ayooooo tebak siapa aja mereka ;p

  19. March 20th, 2012 at 19:33 | #19

    font komentar waanrnya menyesuaikan ma theme nya. Eh btw, myname ni sapa ya???kalo gambarnya kurang jelas di save aja terus jawabannya di taro di komen juga gpp. Ayo..ayo siapa aja ni nama-nama tokohnya..masak satu acan ga ada yang taok..???:p

  20. March 21st, 2012 at 03:12 | #20

    Terima kasih buat semua yang sudah datang. Sa juga awanlya agak kecewa, sampe jam 7 malam yg datang cuman 2 orang hehhehe pas selesai liat daftar absen, wah 22 orang. 22 orang yang nekat menembus hujan badai demi mendapatkan ilmu dan saling berbagi. You rock guys :)

  21. March 21st, 2012 at 03:55 | #21

    Wah, keknya seru tuh..nggak bisa anatdg, soalnya nggak ada temen buat kesana :D Disamping itu, suasana buruk dan masih dalam suasana ujian final jadi .. yah, mungkin bisa ikutan Tudang Sipulung bulan depan.. mudah2an bisa :)

  22. June 4th, 2013 at 05:16 | #22

    Halo , Anda penulis yang baik , saya suka tengku – muda.com

Leave a Reply





stack