Guru GO-BLOG bersama Siswa
Filed under aceh, Bireuen, Blogger, Blogging, blogspot, budaya, EDUCATION, Hobby, Komunitas, Menulis, Pelatihan, Pendidikan, RELIGION, TAMADDUN, telkom, Wordpress
Siapa bilang Guru GOBLOG ?
Saya yang bilang dan banyak yang bilang, bahkan saya mengajak dan sudah banyak yang mengajak mengajak para Guru untuk GOBLOG. GOBLOG yang sakya maksudakan bukan “goblok-on” (goblok 1 on…..memangnya ada yang gobloknya sampai 2 on…..ha..ha.ha). Jangan lama-lama loh bahasnya…ntar pak Guru, ibu gurunya marah loh…dan naik tensinya….ntar layar monitor dihajarnya setelah membaca blog aku ini…. (kalau ini terjadi dah jelaskan kan kalo guru yang bersangkutan “goblog-on” ha..ha..ha).

Ok….sekarang saya perbaiki “Guru Go-Blog” (dah betulkan penulisannya…ntar diprotes lagi sama GURU bahasanya)
Besok saya dan teman-teman Aceh Blogger Community diminta untuk memberikan pelatihan Blogging untuk para Guru dan Siswa di Sekolah SUKMA BANGSA Bireuen. Timbul pertanyaan dalam hati saya, untuk apa sih melatih guru “ngeblog” (dah betulkan tulisannya?…dah mulai serius nih pak..bu…dek…bang..), dan ngapain sih mengajak guru jadi Blogger?. Saya mencoba mencari tau… berhubung saat ini saya paling dekat dengan om “GOOGLE” mulailah saya bertanya di situs pencarian yang dahsyat ini.
Saya menggunakan kata kunci “Kenapa Guru Harus Ngeblog”
Dan ternyata google mengeluarkan cukup banyak link… tapi dari sejumlah link ada beberapa blog yang menuliskan tulisan yang sama judul dan isinya (tidak perlu saya sebutkan sumbernya..cari saja di Google dengan kata kunci yang sama dengan saya).
Tapi dari sejumlah link itu ada satu yang berbeda dan menarik saya dapatkan di blog yang bertitle : CATATAN SAWALI TUHUSETYA (http://sawali.info) yang mejelaskan 5 keuntungan terlibatnya Guru dalam Dunia Blogger yaitu :
Pertama, dunia pendidikan akan makin berkembang secara dinamis karena banyak pemikiran dan ide kreatif dari para guru yang terabadikan melalui internet. Hal ini tentu saja akan semakin memudahkan para pemerhati dan pengamat dunia pendidikan untuk menemukan semangat kaum pendidik di negeri ini dalam menekuni dunianya. Tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah-masalah pendidikan, dengan demikian, akan semakin mudah ditemukan di search engine.
Kedua, secara internal, bloger guru akan terpacu semangatnya untuk bertindak secara kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran yang menarik dan memikat. Semangat pembelajaran berbasis Paikem (pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) akan semakin membumi dan membudaya di ruang-ruang kelas sehingga dunia pendidikan tak lagi menjadi “penjara” yang memasung kebebasan berpikir siswa didik.
Ketiga, terjalinnya persaudaraan dan silaturahmi dengan sesama bloger, baik dari kalangan guru maupun non-guru, sehingga akan terbangun suasana keakraban di antara sesama anak bangsa yang sanggup membunuh benih-benih primordialisme sempit berbasiskan kesukuan alias kedaerahan, kelompok, suku, atau agama. Pengalaman ngeblog saya selama ini menunjukkan betapa kuyupnya persahabatan dan silaturahmi di antara sesama bloger, meskipun secara lahiriah (hampir) tak pernah bertemu secara langsung di darat. Blog bisa memperpendek jarak ruang dan waktu sehingga intensitas komunikasi bisa terjalin lebih akrab dan familiar. Bukankah ini sebuah kontribusi nyata dari para bloger dalam menciptakan nilai-nilai kerukunan di antara sesama warga bangsa? Jika atmosfer semacam itu bisa terus berlangsung, jelas akan mampu memperkuat fungsi dan peran dunia pendidikan sebagai agen kebudayaan yang akan mempertautkan dan menyatukan perbedaan etnik menjadi sebuah kebersamaan yang mengagumkan.
Keempat, bloger guru akan terus terpacu semangatnya untuk terus meningkatkan kinerjanya sehingga empat kompetensi guru, yakni pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, sebagaimana tercantum dalam PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (pasal 28), dapat terwujud. Terlalu berlebihankah? Menurut hemat saya, tidak! Kebiasaan dan budaya mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif ke dalam sebuah tulisan, setidaknya akan sangat memengaruhi pola dan gaya berpikir seorang guru. Ini artinya, blog bisa menjadi wahana yang tepat dan strategis untuk mengembangkan nilai-nilai kependidikan, kepribadian, profesional, dan sosial seorang guru dalam menjalankan aktivitasnya, baik di dalam mauoun di luar dunia pendidikan.
Kelima, blog bisa menjadi media interaktif untuk mewujudkan pembelajaran elektronik yang dialogis dan demokratis sehingga kompetensi siswa bisa berkembang dengan baik. Dalam memberikan tugas, baik terstruktur maupun tidak terstruktur, misalnya, seorang guru bisa memostingnya di sebuah blog, kemudian siswa diberikan kebebasan dan kemerdekaan kreatif untuk menjawab, menyampaikan pendapat, sanggahan, atau usulan melalui kolom komentar. Hal ini akan sangat berbeda susasananya jika siswa bertatap muka secara langsung dengan sang guru yang seringkali dihadapkan pada kendala-kendala psikis, seperti rasa sungkan, takut, atau malu. Dari sisi ini, blog bisa menumbuhkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat yang selama ini menjadi hambatan klasik dalam proses pembelajaran.
Wah ternyata dahsyat juga bila guru-guru pada rajin ngeblog, dan jangan lupa bukan saja bermanfaat bagi dunia pendidikan tapi juga bermanfaat bagpi personal si Guru (blog bisa menjadi personal branding).
Tunggu apalagi Bapak/Ibu Guru…GO BLOK bersama siswanya.
Spesial untuk Bapak/Ibu Guru SUKMA Bangsa Bireuen semoga menjadi pioner Blogger Guru Aceh.(wah keren…BGA …..komunitas baru blogger aceh bisa ngalahin ABC)
May 15

Maaf Ini Sekolah... Bukan Kandang...!
Euforia Kelulusan UN













- Surya Adhi Kuncoro
- Zian
- baby