Jejaring Sosial Ala Breaker
Filed under aceh, Aceh Blogger, Bireuen, breaker, budaya, Hobby, IT, Komunitas, politik, radio, RAPI, tehcnology
Jejaring Sosial ternyata bukan saja bisa dibangun di dunia maya, di udara juga bisa tercipta komunitas manusia yang selalu berinteraksi antara satu dengan lainnya tampa mengenal batas waktu dan tempat. Nah inilah yang dijalani oleh para penggemar Radio Komunikasi yang lebih dikenal dengan sebutan “breaker”.
Mendengar kata “radio” seakan membawa kita ke puluhan tahun silam.Teknologi radio merupakan salah satu teknologi komunikasi tertua yang sampai sekarang masih bertahan. Radio Komunikasi yang padan jaman perang digunakan sebagai alat komunikasi Militer sekarang telah menjadi sebuah trend hoby, dan saat ini siapa saja bisa bergaya dengan Radio Komunikasi ini, tidak mesti harus menjadi anggota tentara atau aparat Kepolisian. Cukup dengan modal Rp 300.000 anda sudah bisa mendapatkan perangkat Radio HT (handy talky). 
Dengan hanya memiliki perangkat Radio Komunikasi sebenarnya anda sudah bisa melakukan aktifitas ngebreak, tapi ingat itu masih berstatus illegal alias breker liar. Ada dua izin yang harus anda kantongi yaitu Izin Kamunikasi Radio Antar Penduduk (IKRAP) dan Izin Penguasaan Perangkap KRAP (IPPKRAP) yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi, Informasi dan Telematika.
RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) adalah salah satu Organisasi yang memayungi para breaker yang ada di Indonesia yang berdiri sejak 10 November 1980 yang berkiprah mendukung pembangunan nasional melalu kegiatan bantuan komunikasi dan juga kegiatan social dan kemanusian lainnya. Bagi para Breaker yang sudah bergabung dengan RAPI, akan memperoleh Call Sing (Nama Panggilan) yang disebut dengan 10.28, seperti saya mendapat 10.28 : JZ 01 FDS (baca : Juliet Zulu Kosong Satu Foxtrod Delta Seira). Nama panggilan bukan sekedar nama panggilan, tapi juga memiliki makna yang jelas. Kalau anda memperhatikan nama panggilan saya (JZ 01 FDS), JZ adalah kode Organisasi RAPI, kalau Organisasi lain lain lagi kodenya, 01 adalah kode daerah NAD (SUMUT : 02 dan seterusnya), F adalah kode Wilayah/Kabupaten (untuk wilayah 01 : Banda Aceh : B, Pidie : P, Bireuen : F, Lhokseumawe : K, Aceh Utara : C, Aceh Tengah : G, A. Barat : E, Abdya : U, Aceh Selatan : T dan seterusnya). Sedangkan DS adalah indentitas pribadi saya (kita bisa merequest sesuai dengan keinginan kita asal masih tersedia ataupun belum ada digunakan oleh orang lain).
Bagi yang sudah punya Call Sign menjadi kebanggaan tersendiri bagi para breaker sehinggi sering di dipasang di Mobil atau di Rumah. Call Sign atau 10.28 ini dalam dunia internet adalah ID atau Username. Jadi dunia breaker ini tidak jauh berbeda dengan aktivitas di dunia maya, yang membedakan hanyalah medianya saja. Dan saat ini juga breaker juga sudah menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan fasilitas Gateway RAPI, dengan fasilitas ini anggota RAPI bisa berkomunikasi di rekan-rekan di seluruh Nusantara bahkan dunia sekalipun. Gateway RAPI ini juga bisa dilingkan ke Stasiun pancar ulang, sehingga anggota RAPI yang tidak memiliki akses internet bisa ikut juga nimbrung dan berkomunikasi dengan 10.2 (10.2 adalah kode untuk menyebutkan penerimaan baik).
Dan yang paling unik dalam ngebreak itu adalah mengunakan bahasa sandi atau disebut Ten Code 10. 10.1, 10.2, 10.3 dan seterusnya 10.100 (ke kamar mandi).
Yuk jadi breaker…Roujer…..Salam 51.55 harapan tetap 10.2……disini Juliet Zulu Kosong Satu Foxtrod Delta Seara mengambil posisi 10.23.
May 9

Regenerasi
Hadih Madja Kontenporer - 1













- Surya Adhi Kuncoro
- Zian
- baby