ATOM

Atom adalah satuan yang amat kecil dalam setiap bahan yang ada di sekitar kita. Atom terdiri atas tiga jenis partikel subatom: elektron, (yang memiliki muatan negative); (proton, yang memiliki muatan positif) ; dan (netron, yang tidak bermuatan).

Sebenarnya atom yang ingin saya sampaikan bukanlah atom yang tersebut di atas. Tapi adalah kata “atom” yang sering di ungkapkan dalam masyarakat Aceh. Bagi masyarakat Aceh bahasa sindiran yang sopan itu bahasa yang tidak langsung, semakin tidak langsung sebuah sindirin maka semakin sopan di ucapakan, walaupun sindirin itu akan menusuk sangat tajam. Selain Hadist Madja yang merupakan keuneubah indatu (pertinggal), sekarang juga telah berkembang kata atau kalimat sidiran, salah satu yang menarik bagi saya adalah “ATOM”

“ATOM” adalah istilah untuk menyebutkan barang-barang yang bahan baku dari plastik yang dianggap barang “murahan” atau tidak berkualitas. Sindiran dengan kata “atom” adalah menyebutkan kualitas sesorang diantaranya dalam kalimat lage Atom(seperti atom), ayah atom, ma atom, geusyik atom, camat atom, dan ATOM-ATOM yang lain.

Dalam kehidupan rumah tangga terutama dalam pergaulan suami istri sangat berbahaya bila SUASANA ATOM ini telah mewarnai sehingga terbentuklah RUMAH TANGGA ATOM, yang terdiri dari “Lakoe Atom “ dan “Binoe Atom”. Bisa anda bayangkan bagaimana menyedihkan bila hubungan cinta suami istri yang dulunya disemai dan dipupuk dengan keromantisan yang selalu mengalun syahdu penuh kemesraan, tapi saat ini sudah BEKU lage ATOM (seperti Atom). Segera cairkan kebekuan ini dengan mengembalikan kehangatan dalam kemesraan, dan segera buang indentitas kita sebagai Lokoe ATOM (suami Atom) dan Binoe/Inong Atom (Istri ATOM).

Ayah Atom adalah sindiran bagi seorang ayah yang belum siap atau tidak mampu jadi ayah begitu juga dengan Ma Atom (Ibu Atom). Maksud mampu jadi Ayah atau Ibu disini adalah orang tua harus lah mampu membesarkan dan mendidik anaknya agar bisa menjadi anak yang saleh dan bermanfaat. Tentunya dengan memberikan pendidikan formal/informal dan juga bisa memberikan suri tauladan/contoh bagi anak-anaknya. Kalau hal ini tidak mampu dia lakukan inilah yang disebutkan dengan “Ayah ATOM” dan “Ma ATOM”.

Sindirin “ATOM” sering juga di tujukan bagi pemimpin baik level bawah maupun level atas. Pemimpin yang seharusnya punya kapasitas memimpin anggota/masyarakatnya dengan membimbing, mengayomi dan memberikan contoh yang baik. Profesionalitas seorang pemimpin (leader) tidak saja diwujudkan dalam bentuk ketegasan dalam menerapkan undang-udang, peraturan atau prosedur-prosedur hukum yang berlaku, tapi juga bagaimana dia mengambil kebijakan dengan kearifan dalam menyingkapi segela permasalahan yang timbul dibawah kepemimpinan dia. Kalau seorang pemimpin ini tidak mampu melakukan seperti itu maka dia tidak akan pernah mampu menjadi Pemimpin yang baik, tepatlah pemimpin tersebut dinamakan PEMIMPIN ATOM.

Ternyata dan ternyata saat ini tampa kita sadari, dan mungkin kita sendiri telah menjadi manusia atom, Ayah Atom, Ma Atom, Lakoe Atom, Inong Atom, geusyik atom, camat atom, bupati atom, gebernur atom, bahkan PRESIDEN ATOM. Dan dalam suasana pemilu/kampanye ini cukup banyak atom-atom mengempanyekan dirinya agar dipilih sebagai Wakil Rakyat, apajadinya kalau CALEG-CALEG yang notabena adalah MANUSIA-MANUSIA ATOM akan menjadi WAKIL RAKYAT ATOM. Kalau atom sudah mewabah di negeri ini…..RAKYAT ATOM, WAKIL RAKYAT ATOM, CAMAT ATOM, BUPATI ATOM, GEBERNUR ATOM, PRESIDEN ATOM, maka jadilah NEGARA ATOM dari BANGSA ATOM….wallahu’alam.

Trackbacks (0)

  1. No trackbacks yet.

Comments (0)

  1. No comments yet.

Leave a Reply





stack